Kamis, 17 Desember 2020

4 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Generasi Sandwich


Halo, Sobat Mamake!

Generasi sandwich sempat menjadi topik perbincangan hangat di media sosial beberapa waktu lalu. Istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Dorothy Miller dan Elaine Brody pada 1981. Sebetulnya apa itu generasi sandwich dan bagaimana cara memutus mata rantainya? Simak penjelasan berikut ini!

1.      Definisi dan Konsep Generasi Sandwich

Generasi sandwich adalah generasi dewasa produktif yang harus bertanggung jawab terhadap kehidupannya, generasi di atasnya, dan di bawahnya baik dari sisi ekonomi, perhatian, tenaga, serta waktu. Mulanya generasi sandwich merujuk kepada wanita yang berusia antara 30-40 tahunan, tetapi kini mulai terjadi pergeseran. Cakupan generasi sandwich tak hanya wanita saja melainkan juga laki-laki dengan rentang usia 20-60 tahunan. 

 


 

 

2.      Tantangan Menjadi Sandwich Generation

Terjebak dalam kondisi ini tidaklah mudah, Sobat Mamake. Kita dituntut agar bisa mengelola hati dan pikiran untuk tetap positif. Yaps, tentu saja menjadi generasi sandwich rawan tekanan dan stres. Harus meluangkan waktu bahkan menanggung biaya hidup orang tua dan adik-adik, mengurus orang tua yang sakit, belum lagi masalah yang terjadi dalam rumah tangga. Karena kesibukan dan tenaga yang terkuras, kadang kita jadi tidak memiliki waktu untuk diri sendiri dan perkembangan karir pun terhambat.

 

3.      Apa yang Harus Dilakukan Guna Memutus Mata Rantai?

Ketika sudah terjebak menjadi generasi sandwich jangan sampai di masa tua nanti kita juga membebani anak-anak. Ubah mindset terlebih dahulu. Katakan pada diri sendiri bahwa kelak kita tak boleh bergantung kepada anak dan harus dapat bertanggung jawab atas diri sendiri. Oleh sebab itu, persiapkan segalanya sejak dini. Rencanakan investasi yang matang, siapkan tabungan hari tua, rintis usaha, perbanyak sedekah, pastikan senantiasa produktif, dan gunakan waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif.

 

4.      Siasat Menjadi Generasi Sandwich

Lantas apa yang harus dilakukan supaya bisa tetap tenang dan positif saat sudah terjebak dalam lingkaran sandwich generation?

 

Pertama, manajemen stres yang tepat. Tatkala tekanan melanda kita dapat meminta bantuan pasangan dan meluangkan waktu untuk diri sendiri. Lakukan apa yang disukai atau diinginkan. Jangan lupa pula untuk membuat daftar kegiatan harian supaya semua pekerjaan selesai tepat waktu. Mulailah dari kegiatan paling penting sampai aktivitas selingan untuk refreshing.

 

Kedua, hindari rasa bersalah. Jika kita merasa butuh waktu sendiri, jangan ragu untuk melakukannya. Tak perlu merasa bersalah atau kurang maksimal membersamai orang tua dan keluarga. Kita butuh energi positif ketika harus kembali pada rutinitas supaya hati tetap terjaga.

 

Ketiga, terbuka dan jujur. Penting bagi kita untuk selalu bersikap terbuka dan jujur. Katakan pada orang tua atau adik-adik mengenai keadaan rumah tangga sendiri dan kondisi finansial keluarga sehingga mereka tahu menempatkan diri dan apa yang harus dilakukan.

 

Itulah beberapa hal penting yang harus diketahui tentang generasi sandwich. Pastikan kita tidak menjadi beban bagi anak di masa tua sehingga menjatuhkan mereka ke lingkaran sandwich generation. Caranya tentu dengan mempersiapkan tabungan hari tua atau berinvestasi sebaik mungkin.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.