Jumat, 02 Oktober 2020

5 Ciri Toxic Parents yang Wajib Diketahui

Hai, Sobat Mamake!

 

 


Orang tua merupakan teladan bagi buah hati. Pola asuh orang tua pun sangat berpengaruh bagi kehidupan serta tumbuh kembang anak. Tentu kita ingin selalu memberikan yang terbaik untuk si kecil, ya, Sobat. Hal ini sering disalah artikan. Memberi yang terbaik bukan berarti senantiasa mengatur anak, mengekang, serta membatasinya dalam berekspresi. Jika Sobat merasa pernah melakukan tindakan tersebut, mungkin secara tidak sadar Sobat Mamake telah menerapkan pola asuh toxic atau menjadi toxic parents. Lantas bagaimana sebetulnya ciri dari toxic parents?

 

  • Tidak Mampu Mengendalikan Emosi

Orang tua toxic tidak dapat mengendalikan emosi dengan baik. Mereka selalu membesar-besarkan masalah, tak segan mencaci, memaki, bahkan meneriaki anak di depan khalayak. Masalah sepele pun dianggap bencana. Toxic parents juga cenderung dramatis sehingga membuat suasana semakin keruh.

  •  Tipe Otoriter

Sewenang-wenang dan mengutamakan diri sendiri adalah ciri toxic parents yang paling terlihat. Mereka merasa apa yang dikatakan dan dilakukan selalu benar serta menuntut anak menuruti segala keinginannya. Pantang bagi si kecil untuk mengambil keputusan sendiri. Menurut orang tua toxic keputusan anaknya selalu salah.

  • Memperlakukan Anak Seenaknya

Bagi toxic parents buah hati seakan tidak ada harganya. Anak tak punya hak memilih dan menentukan jalannya sendiri. Jika melakukan kesalahan, orang tua toxic enggan meminta maaf. Ucapan terima kasih atau bentuk penghargaan lain terhadap usaha yang dilakukan si kecil pun hampir tidak pernah dilakukan. Mereka sama sekali tak berpikir dampak perilaku yang diperbuat bagi kehidupan anak di masa depan.

  • Merasa Bersaing dengan Buah Hati

Tak berhenti sampai di situ, toxic parents juga sangat tidak suka melihat keberhasilan serta prestasi yang diraih oleh anak. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru merasa anak ialah saingannya. Orang tua toxic akan membuat anak down dengan segala cara.

  • Melakukan Penyiksaan

Toxic parents akan melakukan penyiksaan baik secara fisik maupun verbal. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, memukul atau segala hal yang berbau kekerasan fisik seperti sudah jadi makanan sehari-hari. Perundungan secara verbal terhadap anak pun tidak terhindarkan.

 

Bila Sobat Mamake terjebak menjadi toxic parents, masih ada kesempatan untuk berubah, kok. Sadari bahwa kewajiban orang tua bukan sekadar memberi sandang, pangan, serta papan, tetapi ada tanggung jawab yang harus dijalankan sebaik-baiknya.

 

Karena buah hati merupakan amanah dari Yang Maha Kuasa. Merekalah penolong kita di kehidupan yang abadi. Yuk, cetak anak-anak saleh serta berbakti kepada orang tua! Caranya dengan mencurahkan cinta dan kasih sayang, tak lupa dukungan atas segala pilihan hidup yang ia ambil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.