Sabtu, 04 Juli 2020

4 Tips Mengenali dan Mengembangkan Minat Bakat Anak Supaya Sukses di Masa Depan




Halo, Sobat Mamake!

Setiap anak itu istimewa. Mereka terlahir dengan segudang potensi yang luar biasa. Berdasarkan penelitian Dr. Howard Gardner dari Harvard University, terdapat delapan kecerdasan majemuk yang wajib diketahui oleh orang tua sebagai pedoman dalam mengembangkan minat dan bakat anak antara lain, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan ekstensial, kecerdasan naturalis, serta kecerdasan bahasa.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang kurang peka dan tidak tahu bagaimana caranya mengenali serta mengembangkan minat bakat anak. Kelalaian ini membuat kemampuan si kecil tidak berkembang secara optimal. Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap kesuksesannya di masa depan, ya, Sobat. Jadi, bagaimana cara mengenali sekaligus mengembangkan minat dan bakat anak secara efektif?

Sumber: Pixabay


  • Memperhatikan Perilaku
Umumnya anak mulai menunjukkan kesukaannya terhadap sesuatu mulai usia enam tahun. Bahkan ada yang lebih awal, lo. Untuk mengetahui minat serta bakat si kecil, Sobat bisa mengamati apa saja yang dilakukannya sehari-hari. Apakah anak suka menggambar? Mungkin buah hati senang bermain tepung? Atau ada yang sangat antusias ketika diajak menonton pertandingan sepak bola? Dengan demikian kita akan lebih mudah mengarahkan anak.

Sumber: Pixabay

  • Ajak Anak Mencoba
Anak-anak biasanya tidak hanya suka pada satu atau dua hal. Mereka cenderung aktif dan gemar mencoba tantangan baru. Kalau masih bingung melihat bakat anak, Sobat bisa mengajaknya menjajal berbagai kegiatan. Sebagai contoh, mengajaknya menonton konser musik, berkunjung ke toko buku, atau membuat beragam kreasi masakan. Dari sini kita dapat melihat mana aktivitas yang cenderung lebih disukai dan fokus mengembangkan keterampilan tersebut.

  • Biarkan Anak Melakukan Eksplorasi
Hindari melarang anak melakukan hal yang disukai jika itu bukanlah sesuatu yang berbahaya. Melarang anak artinya kita menghambatnya dalam belajar. Sobat, seperti kita ketahui bahwa bermain merupakan sarana anak mengenal lingkungan dan belajar. Kita hanya harus mengawasinya. Jika dirasa berbahaya, beri penjelasan kepada di kecil atau bila anak tak mau mendengar, tawarkan aktivitas maupun permainan lain yang tak kalah mengasyikkan.

  •  Mendukung Penuh
Apabila Sobat sudah mengetahui minat dan bakat si kecil, dukunglah sepenuh hati. Caranya dengan mendekatkan anak kepada orang-orang yang ahli dalam bidang yang disukainya, mengikuti perlombaan, bergabung dalam komunitas yang dinilai bisa bermanfaat bagi si kecil, mencari tempat kursus yang tepat, tak lupa menyiapkan segala fasilitas pendukung bakatnya (contohnya, jika anak senang bermain gitar, alokasikan dana untuk membeli alat musik tersebut).

Kesuksesan anak di masa depan tak lepas dari doa dan dukungan kita sebagai orang tua. Perlu diperhatikan bahwa anak mempunyai kecerdasan yang berbeda satu sama lain. Hindari menuntut anak terlalu banyak. Biarkan dia belajar dan mengembangkan apa yang diminatinya. Ingatlah bahwa bakat anak nantinya bisa menjadi life skill yang mampu menjadikannya sukses serta bertahan di masa depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.