Minggu, 21 Juni 2020

Mengenal 3 Cara Berjualan Online yang Bikin Cepat Panen



Halo, Sobat Mamake!

Bagi para pemilik online shop atau pebisnis online salah satu hal yang wajib dilakukan adalah promosi. Memperkenalkan dan memberikan edukasi tentang produk atau jasa kita kepada para calon pembeli secara berkesinambungan supaya hasilnya sesuai harapan. Terdapat beberapa media sosial yang biasa dipakai sebagai lahan berdagang seperti, Instagram, Facebook, atau WhatsApp.

Sumber: Pixabay
 
Tidak sembarangan, ternyata mengunggah status jualan di medsos juga perlu trik, lo, Sobat. Ada waktu-waktu tertentu yang pas digunakan untuk memposting dagangan kita. Dikutip dari Sproutsocial, waktu paling tepat berpromosi di Facebook adalah saat jam kerja mulai pukul 10.00 sampai dengan 15.00. Lain halnya dengan Instagram. Menurut laman Expertvoice, waktu paling efektif memposting dagangan di sini yaitu sekitar pukul 02.00 alias jam dua pagi, Sobat.  Nah, di samping memahami jam-jam ampuh berpromosi via media sosial, kita juga wajib memahami cara berjualan yang tepat supaya bisa cepat panen. 




1.      Soft Selling
Teknik promosi yang satu ini pasti sudah sangat familier di kalangan para pebisnis online. Soft selling adalah cara berjualan dengan menyebarkan value atau kelebihan produk maupun jasa kita terlebih dahulu. Teknik ini membutuhkan kesabaran dan kejelian dalam menciptakan konten yang menarik perhatian.  Sebaiknya gunakan kalimat sederhana dan pendek, namun menggambarkan produkmu.

Intinya, bukan menawarkan produk secara langsung. Promosi dengan cara ini bisa dilakukan menggunakan foto, desain grafis, gambar, atau konten sejenis yang mengarah ke bisnis Sobat. Sebagai contoh, Sobat menjual obat pelangsing. Maka Sobat dapat mencoba membuat gambar kartun yang lucu disertai kalimat menggelitik. Sebut saja seorang wanita dengan bobot tubuh over, memakan aneka camilan yang terhidang di depannya. Di bawah gambar ada kalimat, “Ngaku pengin langsing, hobi dari zaman prasejarah tetep ngemil!” Jangan lupa selipkan logo serta alamat akun media sosial sobat di bagian paling bawah, ya. Sudah banyak yang membuktikan bahwa cara berjualan semacam ini ampuh menarik perhatian calon pelanggan. Sobat juga bisa melakukan trik ini melalui artikel blog, membagikan ebook atau sampel produk secara gratis.

2.      Hard Selling
Meski banyak orang yang suka membaca iklan terselubung, ada juga sebagian kelompok yang berpendapat sebaliknya. Mending to the point, enggak perlu pakai basa-basi. Sobat bisa menjajal cara jualan hard selling atau beriklan yang langsung mengarah ke penjualan produk maupun jasa. Hard selling dapat dilakukan melalui email sales, landing page, sms, dan sejenisnya. Tak masalah juga bila di media sosial Sobat mau menggunakan teknik ini, tetapi jangan heran, ya. Jika likers atau komentar yang diperoleh tak sebanyak status-status biasa.

3.      Heart Selling
Berbeda tipis dengan cara jualan soft selling, trik yang diperkenalkan oleh Indari Mastuti, seorang womanpreneur sukses ini juga mengajarkan Sobat beriklan tanpa ngiklan. Lo, kok bisa, ya? Promosi jenis ini tidak memerlukan analisa yang njelimet sehingga sangat cocok bagi pebisnis perempuan yang umumnya malas repot.

Sobat hanya tinggal mengasah kemampuan menulis dan mengamati. Yaps, Sobat dituntut untuk kreatif mengaitkan kegiatan maupun peristiwa menarik dengan dagangan Sobat. Contohnya, Sobat berjualan sandal karakter. Status yang berkaitan misalnya, “Duh, sandal anakku mah kagak pernah awet. Dibawa main ilang, nyari ikan di kali ilang, dibonceng sebelahnya suka ilang juga karena jatuh pas rada ngantuk. Untung aja emaknya dodolan sandal karakter. Punya stok sandal segunung. Ilang satu, tumbuh seribu *eh.” Status ini bisa ditambah dengan foto kocak saat Sobat sedang memegang sandal anak yang sebelah dengan ekspresi mau menangis.  

Teknik berjualan dengan iklan terselubung masih digemari hingga saat ini. Menyenangkan membaca iklan, tanpa merasa ditawari produk maupun jasa. Selain beberapa cara di atas, masih ada cara lainnya yaitu covert selling yang intinya sama dengan heart selling atau soft selling. Berjualan terselubung supaya calon pembeli tak merasa dijuali. Misalnya, Sobat bisa membungkus testimoni dengan cerita nyata yang menyentuh hati guna meningkatkan kepercayaan calon konsumen. Asyik sekali jika kita dapat menerapkan cara-cara jualan di atas secara bergantian, ya. Dijamin calon pembeli pasti betah berkunjung atau mengintip media sosial kita yang berakhir pada closing bertubi-tubi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.