Rabu, 17 Juni 2020

5 Tips Menulis Buku Nonfiksi Untuk Pemula



Hai, Sobat Mamake!
Sebagian orang beranggapan bahwa menulis novel atau cerpen lebih mudah dibandingkan menulis naskah nonfiksi. Tetapi, sebagian lainnya justru berpikir sebaliknya. Menulis naskah nonfiksi itu lebih ringan dan menyenangkan daripada harus bergelut dengan cerita fiksi yang penuh imajinasi. Intinya mau memilih fokus pada genre fiksi atau nonfiksi, kembali pada kenyamanan masing-masing penulis.
Umumnya penjualan buku nonfiksi lebih stabil dan dapat bertahan dalam jangka waktu lebih lama daripada buku-buku fiksi. Hal ini dikarenakan banyaknya pihak yang menjadikan buku-buku sejenis ini sebagai bahan referensi, panduan, atau pengayaan. Lantas bagaimana cara menulis buku nonfiksi yang menarik dan tak membosankan? Simak tipsnya, yuk!

Sumber: Pixabay


 
1.      Pilih Ide yang Familiar
Bila Sobat sudah bertekad untuk menulis buku nonfiksi, segera buat daftar atau list ide. Selanjutnya dari sekian banyak gagasan, pilih satu ide yang menurut Sobat paling menarik untuk dikembangkan. Kita tidak perlu menulis hal-hal yang tak dikuasai agar tampak keren. Sebagai contoh, kita ingin menulis tentang budidaya mentimun, padahal tidak suka bahkan jarang bertanam atau berkebun.

Sebenarnya tak ada salahnya jika ingin mencoba menulis tema di luar background pendidikan atau pengalaman Sobat. Namun, dikhawatirkan selama proses penulisan kita akan kesulitan. Alhasil malah tidak rampung atau berhenti di tengah jalan. Sayang, bukan? Guna menghindari hal ini, lebih baik Sobat memilih gagasan yang familier dengan keseharian atau sesuai latar belakang pendidikan. Misalnya, bila Sobat adalah seorang penulis cerita anak, cobalah menuliskan pengalaman selama berkecimpung di dunia penulisan kisah anak-anak. Jabarkan secara detail suka dukanya, sertakan pula tips yang aplikatif sehingga para pembaca lebih mudah dalam memahami sekaligus menerapkannya.


2.      Lakukan Riset
Riset merupakan salah satu langkah yang penting dalam penulisan naskah nonfiksi. Apa saja yang perlu diriset?

Pertama, buku sejenis. Sobat harus mencari buku-buku bertema sama seperti yang akan Sobat tulis. Tidak harus membeli atau berkunjung ke toko buku. Sobat bisa meminjam ebook, browsing, atau membaca beragam buku penunjang di perpustakaan. Langkah ini dilakukan guna mengetahui kelebihan serta kekurangan buku tersebut, sehingga nantinya Sobat bisa mengupas dari sisi lain yang lebih menarik. Pastikan naskah Sobat memiliki kelebihan atau keunggulan dibanding buku sejenis, ya. 

Sumber: Pixabay
Kedua, narasumber. Dalam penulisan buku nonfiksi tentu kita tidak bisa hanya mengandalkan opini pribadi saja. Naskah akan lebih kaya apabila kita juga melakukan tukar pendapat dengan teman-teman yang ahli atau mereka yang benar-benar memahami topik tulisan Sobat. Tak ada salahnya Sobat mencari tahu latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan pengalaman teman-teman melalui media sosial. Kenapa medsos? Sebab lewat daring, komunikasi bisa dilakukan lebih mudah dan fleksibel.

3.      Buatlah Konsep Buku
Tulislah konsep dengan detail dan spesifik. Buat bab, subbab, tak lupa tuliskan data-data hingga pertanyaan yang penting dalam lembar khusus. Sobat juga harus mempunyai gambaran seperti apakah buku yang nanti akan ditulis? Apa buku tentang tips-tips praktis, kerajinan tangan, atau justru kisah inspiratif? Membuat konsep buku sangat penting dalam penulisan naskah nonfiksi supaya kita tidak keluar jalur. Jadi, tulisan tak melebar ke mana-mana atau membahas topik yang seharusnya tidak perlu dipaparkan.

4.      Cari Data Pendukung
Data pendukung bisa berupa foto, contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari, gambar, infografis, tabel, dan sebagainya. Untuk memperkaya buku nonfiksi Sobat, carilah data pendukung yang cukup. Pastikan kualitas gambar maupun foto tidak buram atau blur. Selain itu, Sobat juga harus mencari referensi sebanyak mungkin. Sumber bisa diperoleh dari internet, koran, majalah, buku, blog, dan sebagainya. Pastikan saja data-data diperoleh dari sumber tepercaya.

5.      Self Editing dan Pengecekan Ulang
Langkah terakhir yang harus Sobat lakukan setelah selesai menulis adalah melakukan self editing. Yaps, jangan sampai naskah dikirim ke penerbit dalam kondisi berantakan, ya. Typo di mana-mana, penuh spasi ganda, sampai penulisan huruf besar, tanda baca, dan istilah yang kurang tepat. Naskah seperti ini meski isinya keren, kemungkinan bakal tergeser lebih cepat dari meja editor. Lelah lihat penampilan naskah yang kurang rapi. Oleh sebab itu, percantik naskah Sobat agar lekas dilirik editor. Biasakan pula membaca ulang serta mengecek kebenaran data-data dalam tulisan Sobat. Pastikan tidak ada yang salah tulis atau terlewat, ya.

Sama halnya dengan menulis buku fiksi, menciptakan karya nonfiksi pun butuh trik supaya tidak membosankan ketika dibaca. Gunakan gaya bahasa mengalir. Anggap sepeti Sobat sedang memberi informasi kepada teman, sehingga buku tersebut terasa enak untuk dinikmati. Demikian beberapa tips praktis tentang cara menulis buku nonfiksi yang menarik. Semoga bermanfaat, ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.