Kamis, 18 Juni 2020

4 Kiat Sukses Menjadi Penulis Biografi



Halo, Sobat Mamake!

Selain menjadi penulis artikel, novel, admin media sosial, atau copywriter, rupanya masih ada “ladang” lain yang dapat Sobat coba bila ingin berpenghasilan dari menulis. Salah satunya adalah menjadi penulis biografi. Di sini Sobat akan berjibaku dengan data-data hasil wawancara ditambah riset tentang narasumber. Biografi sendiri merupakan catatan kisah kehidupan seseorang sejak lahir sampai meninggal dunia, termasuk karya dan kontribusinya. Biografi seorang tokoh biasanya ditulis oleh orang lain. Sementara jika Sobat ingin menulis perjalanan hidup diri sendiri yang inspiratif, namanya bukan biografi lagi melainkan autobiografi.

Banyak keuntungan yang akan kita peroleh tatkala memutuskan untuk menulis kisah hidup orang lain. Pertama, jaringan pertemanan semakin luas, sebab umumnya narasumber adalah orang-orang penting yang inspiratif serta memiliki kontribusi yang besar bagi lingkungan. Kedua, portofolio kita akan bertambah. Selanjutnya, kita pun patut berbangga sebab bisa mendengar sekaligus memetik pelajaran penting secara langsung dari narasumber. Terakhir tentu saja memperoleh bayaran yang lumayan besar. Berikut adalah beberapa hal yang harus Sobat perhatikan ketika memutuskan untuk fokus menulis biografi.

Sumber: Pexels
 

  • Ciptakan Suasana yang Nyaman
Tak sekadar berambisi untuk mengorek informasi penting sebanyak mungkin dari narasumber, penulis biografi juga dituntut mampu menciptakan suasana yang nyaman. Kenapa, sih, suasana harus dibuat senyaman mungkin? Tujuannya tidak lain agar narasumber bisa mengungkapkan isi hati dan pikirannya dengan lebih leluasa. Tokoh yang kita wawancara pun akan lebih terbuka saat berbicara dalam suasana hangat nan bersahabat. Ketika mengajak wawancara, Sobat dapat memilih café, restoran, taman, atau tempat sejenis.

Selain itu pastikan narasumber bisa meluangkan waktunya. Hindari melakukan wawancara ketika tokoh sedang dalam kesibukan atau masih bekerja, sebab hasilnya tak akan maksimal. Apabila ada agenda mendadak sehingga narasumber tidak bisa melakukan wawancara di waktu yang sudah disepakati, Sobat bisa menjadwalkan ulang dan komunikasikan kembali dengan narasumber. Alberthiene Endah, seorang penulis biografi sukses mengatakan pentingnya batasan waktu wawancara. Menurutnya 90 menit pertama adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan poin cerita atau intisari kisah yang penting dituangkan dalam buku biografi nantinya.

  • Paparkan Fakta
Menulis biografi artinya kita menceritakan kehidupan seseorang. Mulai dari masa lalunya yang mungkin kurang menyenangkan, jatuh bangunnya dalam menjalani kehidupan, perjuangan meraih impian dan cita-cita, kontribusi nyata, hingga karya-karya yang pernah dihasilkan. Pastikan apa yang kita tulis mampu menjadi inspirasi para pembaca agar lebih bersemangat dalam memperjuangkan mimpi. Dalam penulisan kisah inspiratif seseorang, hindari menambahkan bumbu-bumbu atau cerita fiksi. Tuangkan sejelas dan sedetail mungkin. Tentu saja kita wajib memastikan apa yang tertulis di dalamnya adalah fakta.

 
Sumber: Pexels
  • Menggali Informasi dari Berbagai Sumber
Setelah menentukan target yang hendak diwawancara, penting bagi kita untuk menggali informasi mengenai sosok tersebut dari berbagai sumber. Buatlah daftar pertanyaan yang jawabannya memang tak bisa kita temukan di mana pun. Sebagai contoh, kita tak perlu menanyakan biodata lengkap bila bisa menemukannya di internet atau sumber lainnya. Buatlah daftar pertanyaan yang tepat, padat, to the point.


  • Dengarkan dengan Hati
Penulis biografi tak hanya dituntut bisa merekam atau mendengarkan cerita kehidupan narasumber sebaik mungkin, namun juga harus mampu menempatkan diri sebagai teman. Penting untuk peduli dan berempati dengan kondisi narasumber. Jadilah teman curhat yang mengasyikkan, sehingga sosok yang diwawancarai pun akan menceritakan segalanya dengan jujur.

Bukan hanya peluang memperoleh penghasilan yang cukup menggiurkan, menulis biografi bisa menjadi sarana mengembangkan diri. Kita dapat belajar dari kesalahan narasumber dan meneladani hal-hal baik yang pernah mereka lakukan guna mencapai kesuksesan. Jadi, jangan ragu untuk belajar menulis biografi, ya. Siapa tahu Sobat akan menjadi the next Alberthiene Endah yang pernah dijuluki sebagai the most wanted biographer.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.