Sabtu, 09 Mei 2020

Penulis Wajib tahu 5 Tips Menghindari Penipuan saat menerbitkan buku Indie


Menerbitkan buku secara self publishing melalui penerbit indie merupakan langkah yang mudah, efisien, dan tanpa proses seleksi yang memakan waktu. Sobat Mamake hanya perlu mengeluarkan biaya sesuai kemampuan dan budget, maka buku akan siap cetak dan menjadi karya Sobat Mamake.
Seiring tingginya minat penulis untuk menerbitkan buku secara indie, semakin banyak pula oknum mengambil kesempatan melalui penulis pemula yang baru bersentuhan dengan dunia penerbitan dan percetakan buku untuk melakukan penipuan. Modus dan triknya sebenarnya hampir sama, meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda.

Kasus yang sering terjadi misalnya:
  1. Dijanjikan buku terbit dengan cepat namun sampai berbulan-bulan tak ada kabar.
  2. ISBN tidak terdaftar di Perpusnas
  3. Masa Pre Order (PO) sudah selesai, biaya cetak sudah dibayarkan namun penulis atau penerbitnya menghilang bak ditelan bumi.
  4. Dan masih banyak lagi modus penipuan lainnya.

Mamake sendiri pernah mengalami kejadian tak menyenangkan saat menerbitkan buku antologi Bersama Emak-emak penulis. Itu semua menjadi pengalaman yang sangat berharga, hingga akhirnya ada jalan membuka penerbitan indie sendiri.  So, Sobat Mamake jangan khawatir! Tidak semua penerbitan indie berbuat curang dan melakukan penipuan. Masih banyak penerbit indie yang jujur dan tulus berjuang memajukan literasi di Indonesia. Berdasarkan pengalaman pribadi, berikut Mamake bagikan tips menghindari penipuan saat menerbitkan buku indie:


1. Kepoin Akun Sosial Media Penerbit
Sobat Mamake harus cerdas memilih dan memilah penerbit indie untuk menerbitkan karya. Umumnya penerbit indie melakukan promosi melalui media sosial, sehingga Sobat perlu memantau aktivitas akun medsos penerbit tersebut. Lihat bagaimana respon yang ditinggalkan oleh pembaca atau penulis yang lebih dulu menggunakan jasa mereka. Seberapa banyak testimoni positif yang dituliskan di media sosial dapat menjadi acuan seberapa kompeten dan profesional penerbitan tersebut. Perhatikan juga legalitas badan usaha penerbitnya, kontak person, dan kejelasan lokasi penerbitan.

2. Cek di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Cek Validasi Penerbit
Penerbit indie yang memberikan penawaran paket buku ber-ISBN harus terdaftar sebagai penerbit di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Sobat bisa melalukan pengecekan di website Perpusnas RI terkait legalitas penerbit tersebut. caranya, cek https://isbnperpusnas.go.id kemudian di pojok kanan paling bawah, carilah nama penerbit yang sobat Mamake tuju.  Jika Namanya belum tervalidasi, Sobat bisa mencari di bagian pencarian. Cari berdasarkan judul buku, Pengarang, Penerbit, atau ISBN.
Pentingkah buku terdaftar di Perpusnas?
Bagi penulis yang ingin terdaftar dan diakui di Perpustakaan Nasional RI tentunya ISBN sangat penting. Namun bagi penulis yang ingin bukunya hanya untuk kalangan sendiri bisa memilih tanpa ISBN.  



3. Berkomunikasi dengan Baik
Bila Sobat pertama kali berencana menerbitkan buku lewat penerbit indie, maka tanyakan secara terperinci hal-hal yang tidak Sobat Mamake mengerti terkait percetakan, biaya, paket yang ditawarkan, ISBN, dan lainnya. Komunikasikan dengan baik hal-hak yang kurang jelas. Lebih baik banyak bertanya daripada terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Penerbit yang baik akan melayani pertanyaan dan menjelaskan secara sabar hingga Sobat Mamake menaruh kepercayaan terhadap kinerja mereka.

4. Minta Rekomendasi Sesama Penulis
Penting memiliki jaringan atau komunitas sesama penulis.  Sobat Mamake bisa berbagi informasi terkait penerbitan buku yang terpercaya, meminta masukan tentang penerbit yang Sobat incar, atau membahas kelebihan dan keuntungan menerbitkan buku menggunakan penerbit tersebut.
Sesama penulis yang telah berpengalaman menerbitkan buku akan merekomendasikan penerbit indie yang terpercaya serta membantu menjelaskan pada Sobat Mamake tahapan-tahapan menerbitkan buku secara self publishing, bahkan hal-hal terkait sistem pembagian royalti atau sistem putus kontrak.

5. Minta Surat Perjanjian
Ada banyak kasus penipuan terkait penerbit indie, walaupun itu hanya dilakukan oleh segelintir oknum, namun berdampak pada menurunnya kepercayaan penulis menerbitkan karya lewat penerbit indie. Oleh karena itu, banyak pula penerbit indie memberikan surat perjanjian atau kontrak terkait penerbitan buku. Hal ini menguntungkan penulis agar karyanya tidak disalahgunakan atau diperjualbelikan dan menguntungkan penerbit, bila ternyata naskah yang diajukan adalah naskah plagiat, sehingga penerbit berhak memutuskan kontrak dan membatalkan pencetakan buku.
Ada banyak kasus dimana penerbit mencetak naskah dengan mencantumkan nama orang lain, tanpa sepengetahuan penulis aslinya atau menghilang secara tiba-tiba. Sebagai penulis, Sobat Mamake perlu cermat dan teliti dalam menentukan pilihan penerbit, agar karya yang Sobat Mamake hasilkan tidak disalahgunakan dan biaya yang sudah Sobat Mamake keluarkan tidak hilang dengan sia-sia.
Semoga tips dari Mamake bermanfaat.
Jangan takut menerbitkan buku secara indie, ya. Kalau mau Self Publishing bebas tipu-tipu, Makmood Publishing bisa jadi pilihan.




2 komentar:

  1. Terima kasih informasinya Mamake, sangat bermanfaat. Saya termasuk dalam poin c tapi ketua koordinasi penulis nya ada sih enggak kemana-mana, tapi poses bukunya aja yang lama udah sekitar 4 bulanan dari masa PO tapi belum terbit-terbit. Nanti tak ikuti sarannya untuk cek ke perpusnas.

    BalasHapus
  2. Terima kasih ulasannya Mamake. Alhamdulillah selama ini saya bergabung dengan komunitas yang hebat dan profesional, jadi saat bikin buku pun memilih penerbit yang jujur dan amanah serta profesional. Termasuk Makmood Publishing ini kerwn dwn pokoknya, apalagi foundernya juga baik dan amanah. Sukses terus ya Mak.

    BalasHapus

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.