Senin, 11 Mei 2020

Mengajari Hafalan Al Qur’an Anak Usia Dini, Yuk Ikuti Tipsnya!




Hai, Sobat Mamake!

1000 hari pertama anak adalah masa the golden age . Apa itu the  golden age? Golden age adalah masa keemasan, di mana otak anak berkembang sangat pesat. Jika dihitung dari pertama bayi baru lahir, 1000 hari berikutnya adalah sampai anak berusia tiga tahun.

Sebagai seorang muslim, pasti senang mendengar dan melihat anak-anak balita kita sudah bisa menghafal AlQuran, yang biasanya dimulai dari surat-surat pendek dahulu.

Percaya atau tidak, Sob. Kemampuan balita dalam menghafal AlQuran itu dapat meningkatkan kecerdasan otaknya, lho. Itu pertanda bahwa syaraf-syaraf di otaknya bekerja dengan sangat baik dan siap untuk belajar ilmu-ilmu yang lainnya.

Bagi Sobat Mamake yang memiliki balita, berikut ini adalah kiat mengoptimalkan masa the golden age tersebut  untuk bisa menghafal AlQuran. Simak ulasannya berikut ini, ya


  •  Sering Memperdengarkan Bacaan AlQuran di Rumah
Gawai yang Sobat punya bisa dijadikan alat untuk mendukung hafalan anak-anak, Sob. Isi dengan murottal dan unduh aplikasi hafalan Al Quran. Dampingi anak saat menggunakan aplikasi tersebut.

  • Sering Mengulang Hafalan Sambil Bermain
Metode menghafal tidak harus selalu bertatap muka dan duduk berhadapan. Khusus untuk anak-anak, menghafal AlQuran bisa sambil bermain. Sambil membereskan mainan, mewarnai gambar, atau main rumah-rumahan. Murottal yang ada dalam gawai bisa Sobat setel saat sedang bermain dengan anak-anak. Sobat Mamake bisa terus melafazkan hafalan dan diikuti oleh sang anak.

  • Mengulang Hafalan Sebelum Tidur dan Setelah Bangun Tidur
Sobat Mamake, tahukah bahwa ketika sedang tidur pun otak bekerja? Ya, otak mampu memproses informasi secara efektif. Otak mampu menyusun memori baru dan memori sebelumnya. Ketika bangun tidur, otak anak dan suasana hatinya kembali fresh  sehingga mampu mengulang hafalan sebelumnya.
  
Sobat pernah mendengar istilah, anak itu seperti kertas putih? Kitalah sebagai orang tua yang memberinya warna. Apakah kita akan memberi warna merah, biru, kuning, hijau, atau bahkan hitam. Warna-warni itu berupa pola didik, pola asuh, dan kebiasaan-kebiasaan keluarga yang kita tanam kepada anak-anak kita.

Berdoa adalah senjatanya orang muslim, meminta kepada Allah agar dimudahkan dalam mendidik anak menghafal AlQuran. Asupan yang bergizi dan halalan thoyyiban juga bisa mempengaruhi daya hafal anak-anak kita, Sob. Tanamkan segala sesuatu yang positif terhadap anak karena mereka pasti mencontohnya.
Selamat berjuang, Sobat Mamake!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.