Selasa, 26 Mei 2020

Tetangga Antisosial


sumber gambar: pixabay.com

Borong, nih, Ce Titin?” tanya Ce Kokom, tetanggaku. Senyuman tawar dengan tatapan penuh selidik itu membuatku jengah.

“iya, dong, Ce. Emang ce Kokom enggak belanja buat persiapan lebaran? Betah banget di rumah aja. Awas nanti bertelur, loh, ” ledekku.

Aku bergegas masuk ke rumah. malas berbasa-basi dengan tetangga sombong dan sok kaya itu. Sejak ramai berita mengenai korona dia jarang sekali keluar rumah. Anak-anaknya tak diizinkan main ke luar. Dulu anakku sering main dan numpang makan di rumahnya. Namun sejak ramai virus yang katanya mematikan itu anakku dan anak tetangga lainnya tak dibolehkan lagi main ke rumahnya. Kata Ce Kokom semua orang harus diam di rumah dan menjaga jarak dan dilarang berkumpul. Ibu-ibu yang biasanya merumpi di teras rumahku jadi takut gara-gara ceramahnya. Anakku pun sampai menangis karena diusir dari rumahnya. Sejak itu Ce Kokom sering menjadi bahan nyinyiran tetangga.


Senin, 11 Mei 2020

Mengajari Hafalan Al Qur’an Anak Usia Dini, Yuk Ikuti Tipsnya!




Hai, Sobat Mamake!

1000 hari pertama anak adalah masa the golden age . Apa itu the  golden age? Golden age adalah masa keemasan, di mana otak anak berkembang sangat pesat. Jika dihitung dari pertama bayi baru lahir, 1000 hari berikutnya adalah sampai anak berusia tiga tahun.

Sebagai seorang muslim, pasti senang mendengar dan melihat anak-anak balita kita sudah bisa menghafal AlQuran, yang biasanya dimulai dari surat-surat pendek dahulu.

Percaya atau tidak, Sob. Kemampuan balita dalam menghafal AlQuran itu dapat meningkatkan kecerdasan otaknya, lho. Itu pertanda bahwa syaraf-syaraf di otaknya bekerja dengan sangat baik dan siap untuk belajar ilmu-ilmu yang lainnya.

Bagi Sobat Mamake yang memiliki balita, berikut ini adalah kiat mengoptimalkan masa the golden age tersebut  untuk bisa menghafal AlQuran. Simak ulasannya berikut ini, ya

Sabtu, 09 Mei 2020

Penulis Wajib tahu 5 Tips Menghindari Penipuan saat menerbitkan buku Indie


Menerbitkan buku secara self publishing melalui penerbit indie merupakan langkah yang mudah, efisien, dan tanpa proses seleksi yang memakan waktu. Sobat Mamake hanya perlu mengeluarkan biaya sesuai kemampuan dan budget, maka buku akan siap cetak dan menjadi karya Sobat Mamake.
Seiring tingginya minat penulis untuk menerbitkan buku secara indie, semakin banyak pula oknum mengambil kesempatan melalui penulis pemula yang baru bersentuhan dengan dunia penerbitan dan percetakan buku untuk melakukan penipuan. Modus dan triknya sebenarnya hampir sama, meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda.

Kasus yang sering terjadi misalnya:
  1. Dijanjikan buku terbit dengan cepat namun sampai berbulan-bulan tak ada kabar.
  2. ISBN tidak terdaftar di Perpusnas
  3. Masa Pre Order (PO) sudah selesai, biaya cetak sudah dibayarkan namun penulis atau penerbitnya menghilang bak ditelan bumi.
  4. Dan masih banyak lagi modus penipuan lainnya.

Mamake sendiri pernah mengalami kejadian tak menyenangkan saat menerbitkan buku antologi Bersama Emak-emak penulis. Itu semua menjadi pengalaman yang sangat berharga, hingga akhirnya ada jalan membuka penerbitan indie sendiri.  So, Sobat Mamake jangan khawatir! Tidak semua penerbitan indie berbuat curang dan melakukan penipuan. Masih banyak penerbit indie yang jujur dan tulus berjuang memajukan literasi di Indonesia. Berdasarkan pengalaman pribadi, berikut Mamake bagikan tips menghindari penipuan saat menerbitkan buku indie:

Kamis, 30 April 2020

Kenalan yuk dengan Penerbitan Indie Makmood Publishing


Sobat Mamake punya banyak stok naskah di laptop? Yuk, terbitkan naskah-naskah itu menjadi buku beneran. Sayang bila naskah yang sudah ditulis malah mangkrak dan tidak dipublikasikan pada orang banyak. Bukankah esensi penulis bila karyanya diapresiasi oleh khalayak ramai? Tak harus menunggu lama dengan mengirimkan naskah ke penerbit mayor, Sobat bisa menggunakan jasa penerbitan indie seperti Makmood Publishing. Naskah langsung dicetak dan diterbitkan sesuai dengan kebutuhan dan budget anda.




Sejarah Makmood Publishing
Penerbitan indie Makmood Publishing berdiri tahun 2019. Awalnya penerbitan ini hanyalah merupakan mimpi besar Founder komunitas Makmood Menulis. Pengalaman tertipu sebuah penerbitan indie beralamat fiktif, masalah internal komunitas yang terjadi karena kesalahpahaman antar PJ (Penanggungjawab) Antologi, penulis, dan pihak penerbitan dalam proyek antologi seringkali terjadi. Dalam kesulitan-kesulitan itu Allah mempertemukan pendiri Makmood dengan seorang Penulis senior yang memiliki penerbitan indie dan menjadi wasilah berdirinya MAKMOOD PUBLISHING. Makmood Publishing didirikan dengan filosofi bahwa penerbitan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam menghadirkan buku sebagai ujung tombak karya anggota komunitasnya.

Ketentuan Pengiriman Naskah
Seperti penerbit indie pada umumnya, ada beberapa ketentuan pengiriman naskah di Makmood Publishing.

6 Bumbu Dapur Penjaga Kesehatan dan Kekebalan Tubuh


Assalaamualaikum, Sobat Mamake!

Semoga masih terus sehat dan bersemangat menghadapi masa pandemi saat ini, ya! Bicara soal sehat, apa nih yang sudah Sobat Mamake lakukan untuk menjaga kesehatan keluarga di rumah? Sebenarnya, banyak sekali bahan-bahan atau bumbu di dapur kita yang dapat membantu menjaga kesehatan keluarga. Sobat Mamake pasti mengenal bahan-bahan tersebut!


Berikut adalah tanaman herbal dan bumbu dapur yang bisa membantu menjaga kebugaran dan kekebalan tubuh. 


Rabu, 22 April 2020

Steak Tempe, Tak Kalah Nikmat dari Steak Daging

Hai, Sobat Mamake. Masih menikmati masa-masa #stayathome? Anak-anak mulai bosan dengan 'liburannya'? Ajak mereka masak, yuk. 

Kali ini, kita akan mencoba membuat steak. Steak adalah  olahan daging dengan siraman berbagai jenis saus dan campuran sayur ini salah satu jenis makanan yang sulit untuk ditolak. Sobat Mamake juga suka, kan?

Steak sendiri pertama kali dikenalkan oleh tentara Inggris di Perancis setelah perang Waterloo. Cara memasak masakan ini terbuat dari sekerat daging seberat 100gr-400gr dengan saus minimalis dan menggunakan api arang. Pada zaman sekarang steak telah mendunia. Di Indonesia sendiri, steak telah menjadi salah satu menu favorit. 

Duh, di masa seperti ini, harga daging dan berbagai keperluan pastinya melambung tinggi. Masa iya kita senang-senang dengan makan steak yang pasti butuh daging dalam jumlah banyak?

Sumber gambar : Indozone.id

Jangan nelangsa dulu, Sob! Yang akan kita buat kali ini adalah steak tempe. Sudah pernah coba steak tempe? Eits, jangan underestimate dulu, Sob. Walau berbahan dasar tempe, steak ini nggak kalah enak dengan steak daging. Mau tahu resepnya?

Selasa, 21 April 2020

Yuk, Kenal Lebih dekat dengan Komunitas Makmood Menulis


Menurut penelitian, perempuan memiliki kemampuan mengeluarkan kurang lebih 20.000 kata setiap hari. Kemampuan ini terdiri dari kecakapan berbicara dan menulis serta mengekspresikan diri secara verbal dan non verbal. Sehingga tidak mengherankan bila perempuan cenderung cerewet dan gemar menulis postingan di media sosial. Kemampuan menulis perempuan, kemudian diasah agar lebih terarah dengan mengikuti kelas menulis, sayembara penulisan atau komunitas menulis dengan basis online. Dampaknya kini berjamur pula komunitas menulis khusus perempuan, baik perempuan yang bekerja di luar rumah maupun ibu rumah tangga. Salah satunya adalah Komunitas Makmood Menulis. 



Filosofi Nama Makmood Menulis
Bila dibaca dengan bahasa Indonesia mungkin konotasi nama Makmood kurang bagus. Emak-Emak Moodian. Ibu-ibu yang sering tidak jelas antara keinginan dan keperluannya. Padahal nama Makmood diambil dari huruf-huruf hijaiyah Mim, Qoof, Mim, Wawu, Daal. (Maqmood) dengan penjabaran sebagai berikut:

Sabtu, 14 Maret 2020

Mengenal Seputar Penerbit Indie



Keberadaan penerbit independen (indie) atau penerbit mandiri sedang menjamur belakangan ini, disebabkan besarnya jumlah penulis pemula yang ingin menerbitkan karya mereka baik antalogi maupun karya solo. Proses yang mudah dan tanpa tahap seleksi menjadi salah satu keuntungan menerbitkan buku melalui penerbit indie. Berbeda bila ingin menerbitkan karya lewat penerbit mayor yang umumnya susah dan menunggu waktu seleksi.


Yuk kenalan lebih jauh dengan penerbit indie yang banyak menawarkan paket menarik terkait penerbitan buku!

Bila karya naskah Anda  pernah ditolak saat mengajukan naskah pada penerbit mayor, maka hal itu tidak akan terjadi bila menggunakan jasa penerbit indie. Semua naskah yang diajukan akan dicetak dan diterbitkan sesuai dengan keinginan penulis. Keuntungan lainnya, penulis bebas mengekspresikan tema dan genre tulisan yang ingin diterbitkan, tanpa mengikuti karakteristik naskah penerbit.


Kamis, 16 Januari 2020

Lima Cara Mudah Mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan untuk Karyawan




Halo, Sobat Mamake, Di tahun 2019 lalu banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Qodarullah, Kakang Prabu  tercinta pun harus mengalaminya. setelah lebih dari sepuluh tahun menjadi karyawan, suami Mamake terkena PHK juga. Akhirnya, Kami memutuskan untuk mengambil dana Jamsostek/ BPJS ketenagakerjaan untuk modal usaha.


Ternyata proses pengajuan klaim pengambilan Jaminan Hari Tua itu cukup mudah, loh! Kita tidak perlu lagi berdesak-desakan atau antri  berjam-jam  di kantor BPJS Ketenagakerjaan.


Sejak bulan Juli 2018 Pendaftaran antrian bisa dilakukan secara online. Tentunya ini akan lebih aman, nyaman dan cepat. Alhamdulillah setelah mendaftar via online, pada tanggal 10 Januari 2020 lalu akhirnya kami datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan semua persyaratan pengajuan klaim.


Sobat Mamake berniat mengajukan klaim BPJS ketenagakerjaan juga?


Mau tahu caranya?

Saya akan merngulas lima cara mudah proses pengambilan dana Jaminan Hari Tua (JHT) untuk tenaga kerja PHK/ Resign dan tidak bekerja lagi di perusahaan.


1. Daftar online

Sekarang ini semua sudah canggih, Sob. Apa-apa serba online. Kalau dulu kita bisa ngantri dari pagi sampai sore di kantor BPJS ketenagakerjaan (dulu jamsostek) sekarang kita cukup daftar online untuk ambil nomor antrian.

Untuk antrian online tersebut, Sobat bisa mengakses website: antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id


Setelah itu, Sobat  akan diminta untuk:
a. Mengisi data lengkap dengan benar sesuai E-KTP dan KPJ.

b. Memilih Wilayah Pelayanan, kemudian Cabang Pelayanan.

c. Pilih tanggal kedatangan.
Di kolom ini Sobat diminta memilih tanggal dan hari kedatangan. Pilih hari kerja ya, Sob, senin  sampai dengan  jum’at. Jangan memilih Sabtu-minggu karena kantornya sudah pasti tutup. Jika tanggal dan hari yang kamu pilih tidak bisa dipilih, itu berarti kuota sudah penuh. Tenang, masih ada hari esok. Pilihlah hari yang masih kosong.
d. Pilih jam kedatangan
e. Isi captcha dengan benar
f. Klik simpan


2.  Datang ke Kantor Cabang BPJS terdekat

Setelah berhasil mendapatkan nomor antrian online dan mendapatkan jadwal kedatangan, tentunya Sobat wajib banget datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Sebaiknya  kita datang 30 menit sebelum  waktu yang telah dijadwalkan ya, Sob! Lebih baik menunggu sebentar daripada datang terlambat, bukan?


3. Mengisi formulir dan membawa persyaratan lengkap

Meskipun kita sudah mendaftar online, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan kita akan diminta mengisi data tenaga kerja. Jangan lupa membawa semua berkas persyaratan pengajuan Jaminan Hari Tua dengan lengkap, ya.


Syarat pengambilan JHT di Kantor BPJS antara lain:

1.1 Membawa KTP, KK dan kartu Jamsostek/ Kartu BPJS ketenagakerjaan asli dan copy

1.2 Surat pengalaman kerja/ paklaring asli dan copy

1.3 Copy Buku Rekening tabungan atas tenaga kerja.


4. Validasi data

Setelah mengisi data dengan lengkap, selanjutnya formulir dan persyaratan lengkap tersebut kita serahkan kepada Admin untuk divalidasi. Jika datanya sudah valid, Sobat Mamake akan menerima bukti saldo JHT yang nantinya akan dikirim ke rekening pribadi. Jadi, enggak perlu balik lagi ke Kantor BPJS untuk mengambil uang.

Masa tunggu pencairan dana BPJS ketenagakerjaan antara 7-14 hari kerja. Tapi biasanya belum seminggu pun dana sudah cair, kok. Coba saja rajin cek atm. hehehe...

5.  Menunggu transferan

Ini adalah moment paling mendebarkan. Rasanya hari-hari terasa begitu panjang dan lama. Bolak-balik ngecek saldo atm, berharap uang segera cair, apa daya yang ditunggu tak datang juga. Hehehe..

Makanya, pakai Mbanking supaya tak lelah hati menunggu tabokan, eh, transferan.


Ohya, Sob, Kami mengajukan pengambilan JHT di kantor BPJS ketenagakerjaan Cabang Cikupa. Tadinya sempat khawatir si kecil akan rewel saat harus mengantre. Bingung bagaimana kalau dia menangis saat meminta ASI. Alhamdulillah, di sana sudah disediakan ruang khusus ibu menyusui. Wah, rasanya itu seperti menemukan surga tersembunyi. Mamake senang sekali  karena si bayi bisa beristirahat dengan nyaman saat menunggu antrean.


Sayangnya, di sini kita dilarang keras mengambil gambar tanpa izin. Jadi jangan harap Sobat Mamake bisa berswafoto di dalam ruangan, ya. Saya sendiri pun sempat ditegur Petugas saat mengambil gambar, karena itu gambar yang ada di blog ini semua saya dapatkan dari luar ruangan.


Nah, sobat Mamake, semoga cerita Emak kemoceng hari ini bermanfaat, ya.