Selasa, 04 Juli 2017

BEDAK DAN GINCU

Sumber gambar: @www.instagram.com/mahivij

Belikan aku bedak dan gincu, Kang!
Aku ingin seperti mereka, dara muda yang seksi dan menggoda. 
Pipinya putih, bersih terawat.
Kau lihat bibirnya, kang? 
Merah menyala... 
Dia menebar senyuman indah pada siapa saja, menarik hati siapa pun yang memandangnya. 
Aduhai...Perempun memang ciptaan Tuhan yang paling mengagumkan.


Belikan aku bedak dan gincu, bang! Agar pesonaku tak memudar dalam di tengah gulita malam. 
Datangi ranjangku dengan gagah, kang. Tenggelamlah bersamaku menembus lapisan awan. 
Aku tak ingin kau melabuhkan hati demi jidat licin dara muda. 
Tubuh si dara masih kencang, Kang..
Dia akan menjeratmu dengan sangat kencang. 
Membuatmu lupa jalan pulang.
Sumber Gambar: www.instagram.com/Mahivij
Belikan aku bedak dan gincu, kang.

Jangan biarkan aku menangis sendiri menangisi tubuhku yang semakin lebar di kanan-kiri. 
Garis-garis itu semakin jelas! Aku malu setiap kali menyentuh pipiku sendiri. 
Tahukah kau, akang sayang.. 
Debu-debu yang menempel di pipi, hanya kubersihkan dengan sabun mandi. Jika wajahku dipenuhi benda asing ini, bukan karena aku malas mandi dan tak mau merawat diri. memang kenyataannya aku begini. 

Tahukah kau, Akang sayang...
Aku bahagia, saat semua memujimu karena kau semakin tampan. Tubuhmu kian gempal berkantong tebal. 
Aku tak menyesal, saat tubuhku berubah jadi gempal. Aku hanya menyesal karena tak bisa membeli bedak dan gincu, hingga dengan mudahnya kau berlari jauh dariku demi seorang dara muda bergincu.

Belikan aku bedak dan gincu, Kang. Akan kubuat kau menyesal membuangku disudut jalan.

                                                                                                                                Tangerang, 26022017


KAFIR

Selamat Pagi....

Hari ini saya mau posting sebuah puisi. Tulisan ini saya tujukan untuk diri sendiri, tidak bermaksud menyindir dan menghujat siapapun. Sungguh, ini hanyalah sebuah refleksi diri, bahwa sebenarnya saya hanyalah manusia biasa. Seorang Hamba Pendosa yang masih penuh cacat dan noda.  Hanya saja Tuhan masih menutup semua aib saya.



KAFIR
Aduhai, diri...
Berhenti mengkafirkan saudaramu sendiri
Duduk dan pejamkanlah matamu
Lihatlah kedalam diri sebenar dirimu
Benarkah mereka yang kau anggap kafir adalah benar-benar kafir, atau sebenarnya...
Kau menunjuk dirimu sendiri?

Duhai diri...
Kafir itu adalah KAU!
Yang mengaku beriman tapi hatimu kosong dari Dia yang kau imani
Kafir itu KAU!
Yang mulutnya mengagungkan Tuhan tapi hatinya mengingkari
Kafir itu KAU!
Yang berjuang ditengah keramaian dengan atribut Tuhan tapi menentangNYa dalam kesunyian
Wahai diri,
Jangan berlindung dibalik kaji
Kajilah dirimu sendiri
Bertanyalah pada diri sebenar diri
Jadilah manusia yang tahu diri
Self reminder
Dini hari
Tangerang 3 Juli 2017