Senin, 06 November 2017

ALESTANOVA—KECANTIKAN MENGHANCURKAN SEGALANYA

www.nurdianahdixit.blogspot.com


'Surga di bawah telapak kaki ibu' mungkin tidak berlaku bagi Alesta. baginya itu hanyalah dongeng menjelang tidur belaka.
Ibunya bukanlah Bidadari, bukan pula malaikat baginya. Ia begitu membenci Rose—ibunya. Rose yang memiliki kecantikan paripurna, sedangkan Alesta tidak! “Beautiful Mother with Ugly Daughter” seringkali terlontar dari orang-orang di sekelilingnya. Andai boleh memilih, ia tak ingin dilahirkan sebagai anak Rose.

Berulangkali ia mencoba menjauh pergi, namun Rose selalu bisa membawanya kembali.  Alesta merasa Seakan-akan dunia ini berada dalam genggaman ibunya, hingga tak ada satupun tempat untuk berpijak selain di rumah yang bak neraka baginya, di rumah Rose. Ia membeli kebahagiaan Alesta dengan uangnya; sahabatnya, orang-orang terdekatnya, bahkan kekasihnya.


Novel setebal 269 halaman ini berhasil membuat saya berurai air mata. dengan menggunakan POV 3, Penulis bisa menceritakan dengan sangat apik bagaimana perjuangan ibu dan anak dalam merekatkan kembali hubungan kekerabatan. Betapapun besarnya kebencian seorang anak pada ibunya, namun seorang ibu tak akan pernah bisa membenci anaknya. Itulah yang dilakukan Rose pada Alesta. Apa saja yang dilakukan Rose untuk membuat Alesta kembali mencintainya? Biar nggak penasaran, mending beli novelnya, deh. 

 Novel perdana Karya PIET GENTA ini sangat rekomended  buat kamu baca bersama keluarga. Selain ceritanya yang unik dan menarik, novel ini sarat akan pesan moral bagi siapapun yang masih mencari jati diri, merasa tidak cantik dan tidak sempurna. Alesta adalah saya, mungkin juga kita. Dia perempuan biasa yang berjuang sendiri meraih kebahagiaannya dan tetap tegar menghadapi cemohon orang-orang di sekitarnya karena dia sama sekali tidak cantik. Kamu merasa seperti Alestanova?  

Pesan saya untuk Penulisnya, semoga akan semakin produktif melahirkan karya.
Berminat membaca buku ini? 
Hubungi Penerbit Stiletto Indie atau langsung melalui Penulisnya: 
Mak Piet Genta.

Fb: Piet Genta
IG: @genta_pipit
WA: 0858.6455.5568

Judul Buku           : ALESTANOVA
Penulis                 : PIET GENTA
Penerbit               : Stiletto Indie Book
ISBN                     : 978-602-6648-07-05

Harga                   : Rp. 64.000 


Jumat, 25 Agustus 2017

BE EM BE - kISAH INSPIRATIF BUAT MUSLIMAH TANGGUH


Cover Depan Buku BE EM BE
Menjadi  Muslimah yang hidup diakhir zaman haruslah kuat. Bukan hanya kuat jasmani tapi juga rohani. Karena muslimah adalah tiang penyangga dalam rumah tangga, yang didalamnya ada penerus bangsa. Muslimah yang kuat akan mendidik genarsi penerus yang kuat dan tangguh. Sebaliknya, jika muslimah tidak berdaya maka generasinya akan terpuruk tak berdaya.

Bagaimana seharusnya seorang Muslimah menjalani perannya sebagai Istri dan juga seorang Ibu? Buku Be Em Be karya Ibu tiga anak, Siti Nurdiah akan menjawabnya lewat cerita dan kisah inspiratif yang menyentuh.

Diawal membaca buku Be Em Be Saya sudah dibuat gemas saat membaca kisah seorang ibu beranak tiga.  Kebayang nggak, bagaimana rasanya menghadapi batita yang rewel karena sedang jatuh sakit, anak remaja kesayangan yang tak  mau pergi ke sekolah karena menghadapi bullying di sekolahnya? Sementara itu anaknya yang lainnya senang sekali bereksperimen dengan mengubah rumah bagaikan kapal pecah, bahkan merusak laptop kesayangan sang Bunda disaat ia dikejar deadline. Duh, kebayang banget kacau dan hebohnya…. ( Bab 1; Ibu ErTe)

Dilain kisah, ada seorang istri yang rela bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya karena sang suami kurang bertanggung jawab. Alih-alih menjadi tulang rusuk yang ingin meringankan beban suaminya,  dia justru harus menjadi tulang punggung karena suaminya lebih suka bermalas-malasan dirumah.

Cover Belakang Buku BE EM BE
Suami lebih mengandalkan kerja keras istri. Sedangkan hasil usahanya sendiri lenyap entah kemana. Dia tak pernah memberikan uang sepeserpun pada istrinya. Disaat anak yang kedua harus dibawa ke dokter gigi karena gusinya bernanah, suami beralasan tak punya uang. Ketika ia mendapat rezeki, bukannya diberikan kepada istrinya, dia justru membagikan itu kepada teman-temannya. Alasannya, teman-temannya jauh lebih membutuhkan. ( Mencium Surga, Halaman 45)

Adapula istri yang membuat suaminya menangis tersedu-sedu. Saking terharu dengan sikap istrinya yang berhati mulia. Dia berbohong pada ayahnya sendiri demi menjaga martabat suaminya dihadapan orangtuanya. 

Zaman sekarang ini tidak banyak perempuan yang kuat bertahan dengan laki-laki yang hidupnya susah. Apalagi jika ia berasal dari keluarga kaya. 
Kebanyakan para istri yang berasal dari keluarga kaya raya dan suaminya dari kalangan biasa, akan mengadu pada orangtuanya ketika suaminya tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Tentunya tidak mudah hidup dengan segala kesederhanaan, karena istrinya terbiasa hidup dalam kemewahan. 

Ya, mungkin saja dengan mengadu pada orangtua, mereka akan membantu memberi modal. Atau mungkin sebaliknya, malah meminta anaknya bercerai dari sang suami karena takut anaknya akan hidup susah dan menderita.

Al- kisah seorang Ayah berkunjung ke rumah anak dan menantunya. Dia berkata pada menantunya agar jangan terlalu sering memberi anaknya daging dan buah-buahan, karena anaknya itu sudah bosan makan daging dan buah. Sang ayah juga merasa senang karena kini anaknya hidup bahagia.  Suami itu merasa bingung dengan apa yang dikatakan ayah mertuanya.

Sang Ayah sama sekali tidak tahu, jika selama ini mereka hidup serba kekurangan karena ia hanya bekerja serabutan. Ia tak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya, hingga tak jarang istrinya yang berasal dari keluarga kaya raya itu harus rela menahan lapar.  Begitulah jika seorang istri ingin mengangkat derajat suami dihadapan keluarganya, bukan malah menjatuhkan martabatnya. ( Istri Mulia; Halaman 41)

Masih banyak sekali kisah dan cerita seru di dalam buku Be Em Be setebal 246 halaman ini. Buku ini terdiri dari 12 Bab yang membahas dengan rinci kunci menjadi muslimah tangguh.
Melalui cerita, kisah inspiratif dan Quote motivasi, dijamin nggak akan terasa bosan membacanya. Bukan hanya cover bukunya yang khas perempuan, lho. Kertasnya ditulis dengan nuansa berwana pink dengan bunga-bunga disetiap judul cerita, membuat mata nyamn saat membacanya.

Melalui buku Be Em Be ini, Siti Nurdiah; ibu dengan tiga anak ini ingin mengajak Emak- Emak yang lain untuk berlomba – lomba menjadi sebaik-baiknya manusia, yakni menjadi hamba Tuhan yang bermanfaat bagi sesama.
Buku ini layak menjadi koleksi para Muslimah baik yang masih lajang, maupun yang sudah menikah. Kalau mampir ke toko buku, jangan lupa beli buku ini ya…

Judul Buku: Be Em Be ( Bukan Muslimah Biasa)

Penerbit   : PT. Elexmedia Komputindo

Harga       : Rp. 64.800

Selasa, 04 Juli 2017

BEDAK DAN GINCU

Sumber gambar: @www.instagram.com/mahivij

Belikan aku bedak dan gincu, Kang!
Aku ingin seperti mereka, dara muda yang seksi dan menggoda. 
Pipinya putih, bersih terawat.
Kau lihat bibirnya, kang? 
Merah menyala... 
Dia menebar senyuman indah pada siapa saja, menarik hati siapa pun yang memandangnya. 
Aduhai...Perempun memang ciptaan Tuhan yang paling mengagumkan.


Belikan aku bedak dan gincu, bang! Agar pesonaku tak memudar dalam di tengah gulita malam. 
Datangi ranjangku dengan gagah, kang. Tenggelamlah bersamaku menembus lapisan awan. 
Aku tak ingin kau melabuhkan hati demi jidat licin dara muda. 
Tubuh si dara masih kencang, Kang..
Dia akan menjeratmu dengan sangat kencang. 
Membuatmu lupa jalan pulang.
Sumber Gambar: www.instagram.com/Mahivij
Belikan aku bedak dan gincu, kang.

Jangan biarkan aku menangis sendiri menangisi tubuhku yang semakin lebar di kanan-kiri. 
Garis-garis itu semakin jelas! Aku malu setiap kali menyentuh pipiku sendiri. 
Tahukah kau, akang sayang.. 
Debu-debu yang menempel di pipi, hanya kubersihkan dengan sabun mandi. Jika wajahku dipenuhi benda asing ini, bukan karena aku malas mandi dan tak mau merawat diri. memang kenyataannya aku begini. 

Tahukah kau, Akang sayang...
Aku bahagia, saat semua memujimu karena kau semakin tampan. Tubuhmu kian gempal berkantong tebal. 
Aku tak menyesal, saat tubuhku berubah jadi gempal. Aku hanya menyesal karena tak bisa membeli bedak dan gincu, hingga dengan mudahnya kau berlari jauh dariku demi seorang dara muda bergincu.

Belikan aku bedak dan gincu, Kang. Akan kubuat kau menyesal membuangku disudut jalan.

                                                                                                                                Tangerang, 26022017


KAFIR

Selamat Pagi....

Hari ini saya mau posting sebuah puisi. Tulisan ini saya tujukan untuk diri sendiri, tidak bermaksud menyindir dan menghujat siapapun. Sungguh, ini hanyalah sebuah refleksi diri, bahwa sebenarnya saya hanyalah manusia biasa. Seorang Hamba Pendosa yang masih penuh cacat dan noda.  Hanya saja Tuhan masih menutup semua aib saya.



KAFIR
Aduhai, diri...
Berhenti mengkafirkan saudaramu sendiri
Duduk dan pejamkanlah matamu
Lihatlah kedalam diri sebenar dirimu
Benarkah mereka yang kau anggap kafir adalah benar-benar kafir, atau sebenarnya...
Kau menunjuk dirimu sendiri?

Duhai diri...
Kafir itu adalah KAU!
Yang mengaku beriman tapi hatimu kosong dari Dia yang kau imani
Kafir itu KAU!
Yang mulutnya mengagungkan Tuhan tapi hatinya mengingkari
Kafir itu KAU!
Yang berjuang ditengah keramaian dengan atribut Tuhan tapi menentangNYa dalam kesunyian
Wahai diri,
Jangan berlindung dibalik kaji
Kajilah dirimu sendiri
Bertanyalah pada diri sebenar diri
Jadilah manusia yang tahu diri
Self reminder
Dini hari
Tangerang 3 Juli 2017



Senin, 12 Juni 2017

Suamiku, maukah Kamu berpoligami?

Hai Emak-Emak dan Bunda-Bunda Sholihah...
Pagi ini saya mau cerita. Bukan sekedar rumpi, loh, ya...

Kali ini saya ingin bercerita tentang seorang istri yang depresi setelah dipoligami.

Mak, beberapa tahun yang lalu..
Pagi- pagi sekali biasanya saya  bertugas untuk memandikan "santriwati" dengan gangguan mental dan kejiwaan.

Ibarat memperlakukan seorang bayi, setelah mereka selesai mandi, saya akan membantu mereka memakaikan pakaian, menyisir rambutnya, membedaki wajahnya dan memakaikan jilbab.

Setelah itu mereka akan berjejer rapi dan berjemur di halaman asrama. Ada yang bernyanyi sendiri, ngoceh, marah-marah nggak jelas, dan banyak lagi hal unik yang seringkali membuat saya tertawa melihat tingkah polah para santriwati tersebut.

Suatu hari kami kedatangan  seorang santri baru. Cantik, dan tampak sangat kalem. Dibandingkan santri lain yang sering mengamuk diawal masuk pesantren, dia lebih banyak diam dengan  pandangan yang kosong.

Saat saya mengajaknya berbicara, dia akan diam seribu bahasa. Jika didekati dia akan menangis.
"Oh, mungkin dia hanya mengalami depresi ringan saja" Begitu fikir saya kala itu.

Konon yang membuatnya seperti itu adalah karena dia depresi dengan sikap suaminya. Dia dipoligami. Sang suami lebih memilih istri muda daripada dia.

Awal masuk ke pesantren dia begitu penurut. Tapi beberapa hari kemudian, dia justru jadi sangat kasar dan galak terhadap teman sekamarnya. Dalam satu kamar hanya ada 2 orang. Dia yang pendiam ternyata suka sekali memicu pertengkaran.

Biasanya saat disuruh mandi dia langsung ke kamar mandi. Tapi kali ini, dia mengamuk sejadi-jadinya. Hampir saja dia membenturkan kepala saya ke dinding kamar. Untunglah ada petugas lain yang membantu saya.

Pipi Perempuan itu penuh dengan cakaran, rambutnya berantakan dan awut-awutan.
Semakin hari sikapnya semakin agresif. Dia yang semula masih terlihat sangat cantik, berubah bak pemain sinetron horor.

Saat itu saya belum menikah, saya juga belum mengerti bagaimana mendalami perasaan perempuan yang dipoligami.

Entah mengapa setiap kali bertemu dengan sesama perempuan dia langsung mengamuk sejadi-jadinya, bahkan dengan teman sekamarnya pun seringkali ribut.
Akhirnya, kami terpaksa memindahkannya ke ruangan lain.

Emak-Emak sayang...
Saya beberapa kali bertemu perempuan yang sampai mengalami depresi parah akibat ulah suaminya.
Saya juga pernah beberapa kali bertemu perempuan yang dijual oleh suami.
Ada juga perempuan yang rela menjadi WPSL (Wanita Pekerja Seks Langsung) maupun WPSTL (Wanita Pekerja Seks tidak Langsung) sementara sang suami asyik berduaan dengan perempuan lain. 😭😭😭

Lantas, apakah hal ini membuat saya jadi membenci poligami??

Tidak, Mak. Saya bukan perempuan anti poligami.  Diawal pernikahan, saya pernah mengatakan pada suami tercinta, bahwa jika suatu saat dia ingin berpoligami, silahkan saja. Siapapun yang akan dia nikahi, saya ikhlas dan rela jadi saksi.
Setelah itu saya akan cukupkan tugas dan pengabdian saya sebagai seorang istri. Selesai.

Tahu nggak, apa jawaban suami saya?

"Anti minni, wa ana minki. Laa budda sya'iun fiihi"
Kamu adalah bagian dari diriku dan aku bagian dari dirimu. Tidak ada yang lain selain itu. Hi..hi.. So sweet, yaa...

Sebenarnya bukan hanya itu saja yang membuat dia berfikir ribuan kali untuk berpoligami. Masalahnya saya dan Dia sudah beserta. Dia mengenal saya sebagaimana saya mengenalnya.

Jika boleh meminjam istilahnya Bang Sakhrukh Khan:
" Rabne Bana de Jodhi"; yang artinya:
"Aku melihat Tuhan didalam dirimu. Aku melihat Tuhan didalam diri istriku"

Jadi, Mak... Poligami itu tidak dilarang, asalkan sesuai syariat dan bisa berlaku adil. Namun kalau boleh jujur, nih... Saya angkat topi setinggi-tingginya untuk para suami yang setia dengan satu istri.

"Dan Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya) maka nikahilah wanita lain yang kamu senang: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. "
(Q.S An-Nisa: 3)

Jadi, Emak-Emak Sholihah..

Jika Emak sanggup bertahan dan sanggup dipoligami oleh suami, maka bertahanlah. Tapi jika tidak, tidak ada paksaan untuk itu.

Tidak semua perempuan sekuat batu karang. Ada yang kuat dan enjoy saja saat suaminya berpoligami, ada juga yang depresi dan justru menyakiti dirinya sendiri. Bukankah sebaik-baiknya suami adalah yang baik akhlaknya terhadap keluarganya?
Lantas bagaimana jika sang suami malah membuat istrinya depresi dan mengalami gangguan kejiwaan setelah dipoligami?

Jadi Mak, jangan saling menjatuhkan hanya karena Emak yang satu menolak dipoligami sedangkan Emak yang lainnya ikhlas dipoligami. Jangan...

Jangan merasa Emak paling baik dan paling dijamin masuk surga hanya karena sudah menjalani poligami. Karena jaminan surga bukan hanya dari poligami.

Ada banyak pintu surga yang bisa kita raih. Jangan mencari surga, tapi jangan pernah mendekati neraka. Dekati saja pemilikNya.
"LIHATLAH TUHANMU DI DALAM DIRI KEKASIHMU"

Tulisan ini pernah saya share di channel telegram:
t.me/NurdianahDixit

Jumat, 12 Mei 2017

KADO UNTUK ISTRI : Menjelang Lima Tahun Pernikahan

Tulisan ini untuk para Istri yang baru menikah.
Untuk para istri yang tengah dilanda dilema dan hatinya mulai goyah.
Untukmu sahabat-sahabatku yang telah menyandang status sebagai istri.


Wahai istri,
Berapa tahun usia pernikahanmu saat ini? Setahun, dua tahun, lima tahun?
Banyak orang bilang, bahwa ujian pernikahan dimulai diawal-awal pernikahan. Ujian demi ujian datang bertubi-tubi hingga usia lima tahun pernikahan.
Lima tahun pertama yang menentukan...
Akankah hanya seumur jagung, atau berlanjut ke level lima tahun kedua yang lebih banyak aral dan tantangan.

Diawal pernikahan mungkin kau akan merasa sangat terkejut, bahkan shock menghadapi suami yang sifatnya, kebiasaannya, karakternya yang sangat berbeda jauh denganmu.  Mungkin kau juga akan merasa sangat menyesal karena telah memilihnya.

Lelah dan ingin menyerah???
Ingin bercerai??
JANGAN!!!
Fikirkan ini sebelum kau menyerah kalah:

1. Ingat Tujuanmu Menikah


Wahai Istri...
Ingatlah kembali apa tujuan awalmu membina rumah tangga. Jika tujuanmu menikah hanya sekedar untuk mendapatkan status sebagai istri...
Percayalah, kamu akan selalu dilanda rasa kecewa. Itu karena suamimu bukanlah lelaki sempurna yang bisa mengikuti seluruh keinginan dan hawa nafsumu. Dia tak akan pernah sesuai dengan kehendak hatimu.

Al kisah Ada seorang istri yang mengaku sangat kecewa setelah 2 bulan menjalani biduk rumah tangga. Rumah tangganya hampir goyah karena di bulan pertama mereka menikah,  sang suami dipecat dari pekerjaannya.
Selain itu, dia harus menanggung beban hutang suaminya yang pengangguran. Lebih menyakitkan lagi ketika suaminya mengakui bahwa uang untuk biaya pesta pernikahan hingga mas kawinnya kala itu, semuanya adalah uang hasil pinjaman. 

Istri yang hobi sopping ini harus melupakan kebiasaannya bershopping ria. Uang tabungannya habis untuk membayar hutang. Hingga akhirnya, mahar pemberian sang suami berupa kalung Emas satu-satunya, ikut terjual demi membiayai biaya rumah tangga mereka.
Alih-alih merasa bahagia, sang istri malah merasa rumah tangganya seperti di neraka. Apakah ia harus bertahan, atau tetap melanjutkan rumah tangganya?

Wahai para istri...
Jika tujuanmu menikah adalah untuk ibadah, niscaya kau akan terus berusaha sekuat tenaga mengejar Ridho suamimu demi meraih keridhoan Tuhanmu.
Bukankah uang yang kau keluarkan untuk suamimu adalah bagian dari sedekah? Jika demikian, mengapa harus gundah?

Yakinlah bahwa keikhlasanmu dalam meringankan beban suamimu tak akan berujung sia-sia.
Berbahagialah, karena predikatmu sebagai seorang istri adalah kedudukan yang paling dirindukan para bidadari. 

Bidadari sudah ditakdirkan disurga tanpa merasakan pahit-getirnya perjuangan, sedangkan Engkau...
Meraih surga dengan ditempa pahit-getirnya perjuangan. Buatlah para bidadari surga merasa iri, karena kedudukanmu sebagi istri membuatmu meraih derajat tertinggi.
Teruslah memperbaiki niatmu. Saat hatimu goyah, ingatlah kembali apa tujuanmu menikah.

2. Suamimu adalah Surga dan Nerakamu

Baik buruknya Suami  tergantung pada istri, begitupun sebaliknya, baik-buruknya istri tergantung suaminya.
Jangan jadikan rumahmu bagaikan neraka.
Hindari pertengkaran dan perselisihan yang menyulut emosi. Tak ada suami yang seratus persen sempurna. Maka kenali suamimu lebih dekat. Sebagai istrinya kau harus benar-benar Mengenalnya secara Lahir dan bathin agar kau bisa terus berjalan bersamanya.

Betapa banyak orang telah bertahun-tahun menikah, namun akhirnya kandas ditengah jalan karena belum mengenal betul pasangan hidupnya. Hanya bertemu badan dengan badan, bersatu secara fisik badaniah tapi ruhaniahnya tidak saling mengenal.
Bagaimana cara mengenal pasangan kita secara lahir dan bathin???
Akan saya ulas dalam bahasan berikutnya.
Semoga bermanfaat.