KESALAHAN FATAL BUMIL YANG BERAKIBAT BURUK PADA JANIN

sumber gambar: http://www.pigeon.co.id/moms-and-baby-section

Diawal kehamilanku, aku tak banyak tahu tentang seluk beluk kehamilan. Jujur saja, aku malas membaca dan mencari informasi tentang kehamilan, malas berkonsultasi. Sehingga apa yang kulakukan kemudian membuat janinku tidak sehat dan mengalami kelainan sejak dalam kandungan. Aku menuliskan ini, agar menjadi bahan pembelajaran bagi para ibu yang baru pertama kali mengandung. Jangan sampai karena kesibukan kita bekerja, membuat kita malas membaca dan bertanya tentang kehamilan. Jangan malas berkonsultasi dengan Dokter Kandungan.  

Sebagai wanita yang bekerja di Lapangan, aku lebih banyak bekerja diluar ruangan. Bertemu banyak klien, keluar masuk kampung  hingga keluar kota harus kujalani demi  capaian target yang ditentukan kantor. Meskipun sedang hamil, aku tetap bekerja sebagaimana biasa. Hanya saja, aku yang biasanya selalu fit dan penuh semangat saat bekerja, mendadak cepat lelah dan mudah sekali sakit setelah hamil.

Saat hamil muda, tubuhku sama sekali tak mau menerima asupan makanan sedikitpun. Setiapkali kupaksakan untuk makan, aku akan muntah berat. Karena itu, selama bekerja aku lebih banyak minum daripada makan.  

Awalnya aku merasa ini hanya fase awal kehamilan disaat masa ngidam. Karena itu aku tidak berfikir untuk menambah asupan makanan. Daripada muntah berkepanjangan, aku lebih sering membiarkan perutku kosong. Aku bergantung pada obat-obatan pereda mual yang ku beli diapotik. Tanpa resep Dokter!

Aku fikir, mungkin setelah melewati fase ngidam semuanya akan kembali normal. ternyata tidak! aku justru terus mengalami mual-muntah hingga usia kandunganku Sembilan bulan. Selain itu, Pekerjaanku dilapangan seringkali membuatku harus berhadapan dengan asap rokok dan asap kendaraan di angkutan kota yang aku tumpangi.

Aku cepat haus dan lapar. Untuk menyiasatinya biasanya aku mengkonsumsi teh hijau dingin. Rasanya sangat segar dan membuat staminaku pulih kembali.  Jika didera kantuk yang luar biasa saat bekerja, aku bisa menghabiskan tiga sampai empat gelas kopi atau teh manis setiap hari. Aku benar-benar tidak tahu,  jika ternyata itu sangat tidak baik untuk ibu hamil. Bahkan sangat berbahaya bagi janin. Bisa jadi, kandungan kafein pada teh dan kopi yang aku konsumsi menyebabkan  terhambatnya pertumbuhan janin dalam kandunganku.

Sembilan bulan sepuluh hari, HPLku telah lewat. Tapi belum juga ada tanda-tanda aku akan melahirkan. Aku mulai panik dan sering dilanda stress. Bukan hanya stress memikirkan pekerjaanku, tapi juga memikirkan bayi yang ada didalam kandunganku. Aku takut terjadi sesuatu pada bayiku. tapi syukurlah! Dari hasil USG, Bayiku sehat dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Akhirnya, saat itu tiba. Aku merasakan panas dan pegal disekitar punggungku. Hanya saja aku tak merasa mulas sama sekali. Rasanya ingin buang air terus menerus. Menurut dokter, itu baru pembukaan dua. Aku diminta menunggu sampai pembukaan lengkap. Tapi ternyata,  hingga keesokan harinya, masih saja pembukaan dua. Tubuhku sudah lemas dan sakit sekali. Aku sudah tak kuat menahan sakit disekitar punggung dan perutku.

Rasanya malaikat maut sudah berada dihadapanku. Aku benar-benar takut. Untunglah suamiku tak sedkitpun melepaskan tangannya dari genggamanku. ia menguatkan hatiku, menyuruhku agar terus menyebut nama Tuhan didalam hati. Do’a menjadi senjataku melawan rasa takut dan waswas di detik-detik perjuangan melahirkan buah hatiku dimeja operasi. Ya, Aku harus menjalani operasi Caesar demi menyelamatkan nyawaku dan bayiku.

Aku  tak sadarkan diri hingga lima jam pasca operasi. Saat aku tersadar, yang pertama kali aku cari adalah bayiku. Betapa sedihnya hatiku saat kulihat bayiku berada di dalam inkubator dipenuhi selang infus. Tubuhnya pucat pasi. Ia harus dirawat selama beberapa hari di Rumah sakit.

Pulang dari rumah sakit, bayiku terlihat normal dan biasa saja. Saat usianya tiga bulan, perubahan demi perubahan terjadi padanya. bayiku mudah sekali sakit. Berat badannya menurun drastis. Ia juga tidak bisa menangis layaknya bayi-bayi pada umumnya. Setiap menangis seluruh tubuhnya akan membiru. ia  mudah sekali batuk-pilek. Tarikan nafasnya  sangat cepat dan berat.

Setelah melalui pemeriksaan Dokter spesialis anak di Rumah Sakit, anakku dirujuk ke Rumah Sakit Jantung di  Jakarta untuk pemeriksaan lebih intensif. Alangkah hancurnya hatiku saat dokter menyatakan bahwa anakku mempunyai penyakit jantung bawaan biru. Penyakitnya tak akan sembuh dengan obat-obatan, melainkan harus dengan jalan operasi. Tapi apa daya, Tuhan berkehendak lain. Bayi mungilku akhirnya harus pergi untuk selamanya menghadap Sang Pencipta.

Aku sempat ambruk dan terpuruk setelah kehilangan malaikat kecilku itu. Bagaimanapun juga, aku menyesal karena ternyata anakku mengalami kelainan jantung bawaan justru karena keteledoranku saat hamil.

Dokter Specialis Jantung  yang saat itu menangani pengobatan anakku menjelaskan, bahwa penyebab terjadinya kelainan jantung pada anakku, disebabkan karena saat mengandung aku sering mengkonsumsi obat-obatan, merokok pasif, ( karena aku bukan perokok tapi rekan-rekan kerjaku semuanya perokok aktif, termasuk suamiku). Aku juga terlalu banyak mengkonsumsi teh dan kopi. Bahkan teh hijau, yang aku fikir sehat untuk janinku, ternyata berpengaruh sangat buruk bagi janin di dalam kandunganku.

Ya! andai saja saat hamil dulu aku rajin membaca dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kehamilan yang sehat, mungkin aku tak akan menyesal seperti ini.

Alhamdulillah. Puji syukur pada Tuhan yang Maha Pengasih, karena memberiku kesempatan kedua untuk kembali merasakan indahnya menjadi Bumil (ibu hamil). Saat aku dinyatakan positif hamil untuk yang kedua kalinya, aku mulai rajin membaca, mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kehamilan. akupun ikut bergabung dengan komunitas ibu hamil untuk berbagi pengalaman.

Selain itu, Pada Kehamilanku yang kedua ini aku  benar-benar menjaga pola makan dengan makan makanan bergizi dan bernutrisi. Meskipun sering mual muntah, aku tak mau lagi minum obat-obatan sembarangan. Banyak mengkonsumsi air putih, menghindari minum teh dan kopi,  rajin berolah raga dan  menghindari stress selama hamil.

Alhamdulillah, bayiku lahir sehat dan selamat. Ia bertumbuh sehat dan cerdas. Pengalamanku saat mengandung anak pertama kujadikan pelajaran yang sangat berharga. Ternyata, ibu hamilpun tetap harus banyak belajar. Banyak membaca, banyak bertanya, dan yang pasti selalu menjaga janin yang kita kandung. Jika kita menikmati kehamilan kita dengan perasaan bahagia, tanpa beban, tanpa stress. Maka janin yang kita kandung akan sehat dan ikut merasakan bahagia. Jadi, berbahagialah dengan kehamilan anda!


NB:Tulisan ini saya ikut sertakan dalam lomba menulis #Kisah ibu di   http://www.fotile.
Alhamdulillah,tidak menang dan tidak ada kabar.He..he..

0 komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DAN MENINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK DAN BUKAN SPAM. KAMI SANGAT MENGHARGAI KUNJUNGAN ANDA. SEMOGA BLOG INI MEMBERI MANFAAT DAN KEBAIKAN BAGI KITA.