Selasa, 23 Agustus 2016

GURU YANG PALING SERING MENGALAMI TINDAK KEKERASAN




Sebenarnya begitu banyak Guru yang mengalami tindak kekerasan. Hanya saja tidak semua guru melaporkan pada Pihak yang berwajib. Mereka lebih suka menyimpan sendiri karena menganggap itu sebagai bagian dari proses pendidikan. 
Guru menganggap itu sebagai kenakalan anak-anak yang lumrah, menjadikannya sebagai tantangan bagi mereka untuk menjadikan anak didiknya lebih berakhlak dan berbudi pekerti setelah menempuh Pendidikan. 
disadari atau tidak, banyak kekerasan yang diterima Guru selama mengajar. Kekerasan yang dialami oleh Guru antara lain:

  •     Kekerasan fisik: yaitu kekerasan yang terjadi secara kasat mata. Bisa dilihat secara jelas karena terjadi kontak/sentuhan fisik antara  pelaku dengan korbannya. Contohnya: insiden pemukulan yang terjadi terhadap Bapak Dasrul, guru SMK N 2 Makasar, oleh orang tua siswa berinisial MAS. 
  •  .       Kekerasan Non Fisik: yaitu kekerasan yang tidak kasat mata, tidak terjadi sentuhan fisik antara pelaku dengan korbannya.

Kekerasan non fisik di bagi dua:
1.       Kekerasan verbal, yaitu kekerasan yang dilakukan seseorang lewat kata-kata. Biasanya dilakukan dengan cara membentak, memaki, menghina dan mempermalukan seseorang di depan umum secara lisan.
2.       Kekerasan psikologis/ psikis: yaitu kekerasan yang dilakukan seseorang lewat isyarat atau bahasa tubuh. Contohnya memandang sinis, mencibir, atau mendiamkan seseorang. 
Menurut anda, siapakah guru yang paling sering mengalami tindak kekerasan?
Salah satu Guru yang paling sering menerima tindak kekerasan adalah Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Guru Taman Kanak- Kanak. 
Mengapa demikian? Karena pendidikan pada anak-anak Usia Dini merupakan awal dimulainya proses pendidikan. Mereka yang polos dan bertindak semaunya, kadang sulit diatur dan sangat hiperaktif, bukan hanya menguras tenaga dan fikiran para guru, tapi juga membuat mereka harus terus melipatgandakan kesabaran selama mengajar. 

Ada yang berlari kesana – kemari, mencubit dan menjahili teman sekelas bahkan gurunya, memberontak, dan melawan saat dinasehati. terkadang ada pula murid yang menggigit lengan gurunya karena ngambek tidak mau masuk kelas.

Pernahkah sang Guru mengeluh? Tidak! Dengan senyum manis mereka tetap menyapanya dengan panggilan sayang.
“Kenapa, sayang?”
“Ada apa, pinter?”

Jika kita menilik kembali pada teori kekerasan tersebut diatas, bukankah dengan menggigit, memukul, bahkan membentak sudah termasuk dalam tindak kekerasan?  coba anda bayangkan! Akan ada berapa banyak anak-anak yang di laporkan gurunya karena melakukan tindak kekerasan tersebut. Sejauh ini, belum pernah ada ceritanya murid  PAUD atau TK yang dilaporkan ke pihak yang berwajib karena melawan guru.  Baginya ini adalah tantangan untuk mendidik muridnya menjadi lebih baik. 

Para guru PAUD  atau TK tidak pernah mengeluh kepada orangtua murid perihal kenakalan anak-anak didiknya. Keihlasan mereka dalam mendidik putera – putri bangsa,  jangan dinodai dengan kata-kata dan perbuatan yang menyakitkan dari orang tua siswa. Orangtua yang menginginkan anaknya berilmu, seharusnya ikhlas sepenuh hati menyerahkan pendidikan anaknya selama di sekolah. Yakinkan pada anak-anak, bahwa guru adalah orangtuanya selama di sekolah. Jadikan Guru sebagai pathner dalam mendidik anak anda, bukan musuh anda.
kekerasan tidak akan terjadi jika antara murid-guru-orangtua terjalin hubungan harmonis dan saling menghormati. Jika memang tidak berkenan dan tidak sesuai dengan harapan, akan lebih elok jika didiskusikan secara kekeluargaan. Tanpa ada kekerasan.

Mari, Ayah-bunda.
Kita didik anak-anak kita menjadi pribadi yang berbudi pekerti tinggi. Jika Guru ikhlas mendidik anak-anak, kita pun sebagai orangtua seharusnya ikhlas jika anak-anak dididik dan diarahkan oleh gurunya. Sebesar anda menghormati guru, sebesar itu pula penghargaan anda terhadap ilmu.
Ada pepatah Arab mengatakan:
"Innal Mu'allima watthobiiba Qilaahuma, Laa Yanshohaani idzaa humaa laa yukroma"
Sesungguhnya  seorang Guru dan Dokter itu tidak akan memberikan nasehat (saran) apapun jika kalian tidak menghormatinya.

MAU ILMU YANG BANYAK, ATAU ILMU YANG BERMANFAAT?
PERHATIKAN CARA ANDA MENGHARGAI PEMBERI ILMU, GURU.      
Catatan:
Tulisan ini semata-mata saya dedikasikan untuk rekan-rekan Guru. Tidak bermaksud menyindir atau berpihak pada siapapun. Hanya ingin menulis.
Mohon maaf jika kurang berkenan. 

Selasa, 19 Juli 2016

TIPS MEMPERSIAPKAN ANAK YANG BARU SEKOLAH

Dokumentasi TKQ - TPQ AL-JANNAH 
“Aduh, Anakku yang mau sekolah,kok, aku yang grogi,ya?”
Seorang ibu yang baru mengantar anaknya ke Sekolah Taman Kanak-Kanak nampak cemas. Ini hari pertama anaknya –Reffan (nama samaran-red) masuk sekolah. Reffan baru berusia 4.5 Tahun. Saat ini akan masuk TK.A (TK Nol Kecil).

Reffan memegang tangan sang bunda kuat-kuat , tidak mau ditinggal sama sekali. Meski sang bunda terus berusaha membujuk reffan untuk segera bergabung dengan teman-temannya, tapi dia tetap bergeming.Reffan merajuk. Tidak mau sekolah dan Mengajak sang mama untuk pulang.
“aku  gak mau sekolah ma,ayo pulang”

Awal masuk sekolah terutama bagi anak Pra Sekolah (Usia 4- 6 Tahun-red) bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya anak yang merasa cemas dan takut,terkadang orangtuapun jauh lebih cemas daripada anak. Sekolah masih menjadi hal baru. Karena itu anak butuh waktu untuk beradaptasi. Anak-anak yang merasa cemas diawal masuk sekolah adalah hal yang wajar. Kecemasan anak saat awal bersekolah bisa diminimalisir jika orangtua melakukan hal-hal berikut ini.

a       PERSIAPAN PRA MASUK SEKOLAH

Sebelum anak masuk Sekolah,Orangtua sebaiknya melakukan hal-hal berikut:
1.       Bersama anak mencari informasi sekolah sesuai dengan keinginan Orangtua dan Anak.
Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang sekolah,kemudian diskusikan dengan anak anda sekolah mana yang diminatinya. Jangan memaksa anak untuk bersekolah ditempat yang anda inginkan tanpa berdiskusi dengannya.
2.       Ajaklah anak ikut serta saat mendaftar ke Sekolah
Setelah mendiskusikan sekolah yang cocok dan sesuai,ajaklah anak anda  ikut serta saat akan mendaftarkannya ke sekolah tersebut. Selain anda bisa berdiskusi dengan Panita Siswa Baru, Biasanya Panitia Penerimaan Siswa Baru (PSB) akan dengan senang hati menjelaskan tentang keunggulan Sekolahnya.   
3.       Perkenalan dengan lingkungan Sekolah
Setelah mendaftar ke sekolah yang diminati, jangan tergesa-gesa untuk pulang. Sambil bermain,  Ajaklah anak anda berkeliling sekolah dan melihat-lihat apa saja yang ada di Sekolah. Misalnya:berapa jumlah Alat permainan, ruang kelas,kantin,dan lain sebagainya. Ajak pula anak mencoba permainan yang ada di Sekolah agar anak merasa tertarik dan tidak canggung lagi saat bermain.
4.       Ajaklah anak belanja perlengkapan Sekolah
Ini tidak hanya menyenangkan bagi anak,tapi juga bisa menumbuhkan semangatnya untuk  bersekolah. Dengan memilih perlengkapan sekolahnya sendiri biasanya anak merasa lebih bersemangat dan ingin segera bersekolah.

b      TIPS SETELAH MASUK SEKOLAH.    
          
1.       Dampingi  dan antar anak ke sekolah
Saat anda mendampingi anak ke Sekolah,anda bisa mengenal Guru dan teman-temannya. Selain itu sebagai Orangtua harus tahu tata-tertib yang ada disekolah dan jangan lupa untuk mengajarkannya pada anak.

2.       Tumbuhkan Rasa Percaya diri pada Anak
Ini akan memudahkan anak berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan barunya.

3.       Ajarkan kemandirian
Diawal masuk Sekolah mungkin anak akan merasa cemas,takut bahkan menangis. Sering kita dapati anak-anak Di Taman Kanak-kanak menangis secara serempak. Salah satu ditenangkan oleh gurunya,yang lain ikut pula menangis. Kelas menjadi ramai oleh tangisan anak-anak. Anda tidak perlu panik!  Jika anak anda menangis bersabarlah dulu. Biarkan Guru yang mengatasinya.

4.       Bekerjasama dengan Guru dan Kepala Sekolah.
Guru adalah mitra Orangtua. Guru menjadi jembatan bagi orangtua dalam mendidik anak. Bagaimanapun juga, pendidikan sepenuhnya adalah dari rumah dan dari keluarga.Dengan  adanya kerjasama yang baik antara guru dan orangtua akan terjalin komunikasi yang harmonis, sehingga diharapkan pendidikan anak sesuai dengan harapan. 

5.       Memberikan Apresiasi/penghargaan.
“Alhamdulillah,hari ini anak bunda pintar sekali,Di sekolah tidak menangis,tidak ditungguin sama bunda,pintar mengaji”
( Walaupun sebenarnya menangisnya lebih lama daripada diamnya.)

6.       Mintalah anak bercerita pengalamannya.
“bagaimana perasaanmu hari ini,nak?apa kamu senang di sekolah”
“bagaimana Guru-guru disekolahmu,bagaimana teman-temanmu?”
Dengan bercerita, anda akan tahu bagaimana perasaannya,bagaimana kondisi dan kesiapan mentalnya.
Hindari bertanya hal-hal berikut ini.
“belajar apa di sekolah?”
“kamu bisa tidak,belajarnya”
Pertanyaan itu hanya akan membuat anak anda merasa jenuh dan bosan.
Semoga Tips tadi bermanfaat,ya,bunda.




Sabtu, 16 Juli 2016

GAJI JUTAAN DARI BISNIS TULISAN


                                                          Ilustrasi ibu bekerja. ©Shutterstock/Monkey Business Images
Blog ini sudah lama sekali saya biarkan, Alhamdulillah ternyata pengunjungnya masih banyak. Terima kasih banyak pada Mr.Google, karena blog saya ini gak sampai diblokir.ha..ha.. Insya Allah ke depan saya akan rajin posting. Do’akan saya,ya,Bunda yang baik hati, semoga bisa terus konsisten menulis. 


Blog ini sepi postingan karena MakMinnya lupa alamat email dan password. Pasalnya pembuatan  email, FB dan medsos lainnya dibuatkan oleh tukang warnet. Nah, ketika warnetnya tutup bingung, deh!. Beruntung gak dibajak,ya. Emak gaptek banget, hanya mengerti urusan dapur. Maklumlah, emak-emak, tambah umur tambah payah juga ingatannya. Alasan lainnya, sibuk dengan urusan dalam negeri, ada banyak tugas negara yang harus dikerjakan (sok sibuk nih,ceritanya!)


Menjadi ibu sekaligus working mom buat saya tidak mudah. Jujur saja, saya belum bisa memanage waktu dengan baik. Kerjaan kantor beres, kerjaan rumah berantakan. Atau sebaliknya, kerjaan rumah beres dan rapi, kerjaan yang lain terbengkalai. Saya memutuskan kembali bekerja disaat usia alika masih 1,5 Tahun. Saat itu alika belum bisa protes. Jadi saya enjoy saja menjadi working mom. Terkadang suami protes juga, kalau waktu saya terlalu full untuk bekerja. Kemudian saya mencari pekerjaan yang tidak terlalu banyak menyita waktu dan bisa dikerjakan secara fleksibel.

Alhamdulillah,seiring bertambahnya usia Alika, posisi jabatan dan salary yang saya miliki semakin meningkat. Hal ini membuat saya akhirnya harus bekerja full time. Terkadang Alika saya ajak bekerja, tapi lebih sering dititipkan ke neneknya. Tempat tinggal ibu saya (neneknya Alika-red) tidak jauh dari tempat saya dan suami bekerja. Jarak tempat saya dan suami bekerja lumayan cukup jauh dari rumah tinggal kami. Setiap hari pagi-pagi sekali kami sudah berangkat untuk menghindari kemacetan. Alika yang masih tertidur lelap saya bangunkan pula untuk ikut bersama kami. 

Sebenarnya kasihan juga, anak sekecil dia harus pergi pagi-pulang malam. Kadang keanginan-kehujanan. Sempat terpikir untuk mencari pengasuh untuk Alika agar tidak perlu capek ikut saya bekerja. Namun, peristiwa dan musibah yang menimpa tetangga yang membuat anak kesayangan mereka meregang nyawa dibelakang rumahnya, akhirnya membuat saya kembali trauma. Bunda pembaca setia blog ini,pasti tahu,kan, kalau saya pernah kehilangan anak pertama saya.



Akhirnya saya memutuskan untuk resign terhitung awal Juli 2016. Saya bisa melihat binar bahagia dimata suami tercinta. Semenjak saya memutuskan bekerja full time, suami lebih banyak murung dan tidak bersemangat. Nafsu makannya turun drastis. Begitupun dengan Alika. Kurang nafsu makan dan lebih manja dari biasanya. Meskipun selama ini suami tidak pernah melarang saya untuk bekerja ataupun beraktivitas diluar, sejujurnya,dari hati saya yang paling dalam saya merasa sudah berlaku dzhalim kepada anak dan suami. 


Beberapa hari menjelang resign, pekerjaan saya kian bertambah banyak. Selain itu saya juga harus mentransfer informasi dan memberikan training kepada pengganti saya. Bagaimana mengolah data, membuat laporan dan lain sebagainya. Hal ini membuat otak dan pikiran saya benar-benar burn out
Dalam keadaan burn out biasanya saya melakukan terapi. Terapi yang sangat gampang, mudah dan murah. MENULIS. Ya, menulis menjadi terapi paling ampuh buat saya. Menulis puisi atau corat-coret membuat cerpen.

Tulisan itu biasanya saya tulis di kertas-kertas tak terpakai atau dibuku tulis. Sialnya, saya sering lupa dimana meletakkan kertas bekas berisi tulisan-tulisan saya itu. Entah terselip diantara berkas-berkas atau mungkin terbuang ke tempat sampah.Saya hanya suka menulis untuk diri sekedar untuk menghilangkan kejenuhan. Tidak pernah terpikir dibenak saya bahwa tulisan-tulisan yang saya buang itu bisa menghasilkan puluhan ribu, ratusan bahkan mungkin jutaan rupiah. 

Sampai suatu ketika saya tertarik dengan status teman FB Bunda Ummi Aleeya. Beliau memberikan training Cara Menghasilkan Duit dari Tulisan lewat @JoeraganArtikel. Awalnya saya ragu mau ikut training. Lho, koq berbayar? Biasanya kalau ikut training saya yang dibayar, bukan saya yang bayar. (He..he…)tapi saya merasa ini investasi. Maka akhirnya saya memutuskan untuk bergabung di @JoeraganArtikel Gelombang ke 5 

Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa bergabung di@JoeraganArtikel yang bekerjasama dengan Indscript Corp. Bunda Ummi Aleeya dengan sabar membimbing saya dari Nol cara menghasilkan duit dari tulisan. Insya Allah meskipun saya sudah resign dari tempat saya bekerja, saya tidak akan jadi pengangguran. Kenapa? karena Indscript Creative Center dan @JoeraganArtikel punya motto: memberi kesempatan pada Bunda untuk berpenghasilan dari rumah melalui profesi menulis. 

Alumni @JoeraganArtikel nantinya diberi kesempatan untuk menjadi penulis di www.emakpintar.asia dan mendapat job untuk mengerjakan artikel pesanan. Selain itu akan terus dibina untuk menapaki jenjang karir kepenulisannya. Walhasil, uang yang saya keluarkan untuk training tidak sia-sia sama sekali.

Ternyata peluang bisa datang darimana saja. Tidak perlu lagi susah payah keluar rumah, justru Tuhan datangkan rezeki itu dari rumah saya sendiri. Saya tidak takut akan hidup kekurangan setelah resign. Saya juga tidak merasa rugi samasekali mengeluarkan sedikit uang hasil gaji untuk mengikuti beragam training di Indscript Corp karena hasilnya jauh dari apa yang saya perkirakan. Alhamdulillah Alaa Kulli Haal. Bersyukur atas segala sesuatu.

Jumat, 15 Juli 2016

KESALAHAN FATAL BUMIL YANG BERAKIBAT BURUK PADA JANIN

sumber gambar: http://www.pigeon.co.id/moms-and-baby-section

Diawal kehamilanku, aku tak banyak tahu tentang seluk beluk kehamilan. Jujur saja, aku malas membaca dan mencari informasi tentang kehamilan, malas berkonsultasi. Sehingga apa yang kulakukan kemudian membuat janinku tidak sehat dan mengalami kelainan sejak dalam kandungan. Aku menuliskan ini, agar menjadi bahan pembelajaran bagi para ibu yang baru pertama kali mengandung. Jangan sampai karena kesibukan kita bekerja, membuat kita malas membaca dan bertanya tentang kehamilan. Jangan malas berkonsultasi dengan Dokter Kandungan.  

Sebagai wanita yang bekerja di Lapangan, aku lebih banyak bekerja diluar ruangan. Bertemu banyak klien, keluar masuk kampung  hingga keluar kota harus kujalani demi  capaian target yang ditentukan kantor. Meskipun sedang hamil, aku tetap bekerja sebagaimana biasa. Hanya saja, aku yang biasanya selalu fit dan penuh semangat saat bekerja, mendadak cepat lelah dan mudah sekali sakit setelah hamil.

Saat hamil muda, tubuhku sama sekali tak mau menerima asupan makanan sedikitpun. Setiapkali kupaksakan untuk makan, aku akan muntah berat. Karena itu, selama bekerja aku lebih banyak minum daripada makan.  

Awalnya aku merasa ini hanya fase awal kehamilan disaat masa ngidam. Karena itu aku tidak berfikir untuk menambah asupan makanan. Daripada muntah berkepanjangan, aku lebih sering membiarkan perutku kosong. Aku bergantung pada obat-obatan pereda mual yang ku beli diapotik. Tanpa resep Dokter!

Aku fikir, mungkin setelah melewati fase ngidam semuanya akan kembali normal. ternyata tidak! aku justru terus mengalami mual-muntah hingga usia kandunganku Sembilan bulan. Selain itu, Pekerjaanku dilapangan seringkali membuatku harus berhadapan dengan asap rokok dan asap kendaraan di angkutan kota yang aku tumpangi.

Aku cepat haus dan lapar. Untuk menyiasatinya biasanya aku mengkonsumsi teh hijau dingin. Rasanya sangat segar dan membuat staminaku pulih kembali.  Jika didera kantuk yang luar biasa saat bekerja, aku bisa menghabiskan tiga sampai empat gelas kopi atau teh manis setiap hari. Aku benar-benar tidak tahu,  jika ternyata itu sangat tidak baik untuk ibu hamil. Bahkan sangat berbahaya bagi janin. Bisa jadi, kandungan kafein pada teh dan kopi yang aku konsumsi menyebabkan  terhambatnya pertumbuhan janin dalam kandunganku.

Sembilan bulan sepuluh hari, HPLku telah lewat. Tapi belum juga ada tanda-tanda aku akan melahirkan. Aku mulai panik dan sering dilanda stress. Bukan hanya stress memikirkan pekerjaanku, tapi juga memikirkan bayi yang ada didalam kandunganku. Aku takut terjadi sesuatu pada bayiku. tapi syukurlah! Dari hasil USG, Bayiku sehat dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Akhirnya, saat itu tiba. Aku merasakan panas dan pegal disekitar punggungku. Hanya saja aku tak merasa mulas sama sekali. Rasanya ingin buang air terus menerus. Menurut dokter, itu baru pembukaan dua. Aku diminta menunggu sampai pembukaan lengkap. Tapi ternyata,  hingga keesokan harinya, masih saja pembukaan dua. Tubuhku sudah lemas dan sakit sekali. Aku sudah tak kuat menahan sakit disekitar punggung dan perutku.

Rasanya malaikat maut sudah berada dihadapanku. Aku benar-benar takut. Untunglah suamiku tak sedkitpun melepaskan tangannya dari genggamanku. ia menguatkan hatiku, menyuruhku agar terus menyebut nama Tuhan didalam hati. Do’a menjadi senjataku melawan rasa takut dan waswas di detik-detik perjuangan melahirkan buah hatiku dimeja operasi. Ya, Aku harus menjalani operasi Caesar demi menyelamatkan nyawaku dan bayiku.

Aku  tak sadarkan diri hingga lima jam pasca operasi. Saat aku tersadar, yang pertama kali aku cari adalah bayiku. Betapa sedihnya hatiku saat kulihat bayiku berada di dalam inkubator dipenuhi selang infus. Tubuhnya pucat pasi. Ia harus dirawat selama beberapa hari di Rumah sakit.

Pulang dari rumah sakit, bayiku terlihat normal dan biasa saja. Saat usianya tiga bulan, perubahan demi perubahan terjadi padanya. bayiku mudah sekali sakit. Berat badannya menurun drastis. Ia juga tidak bisa menangis layaknya bayi-bayi pada umumnya. Setiap menangis seluruh tubuhnya akan membiru. ia  mudah sekali batuk-pilek. Tarikan nafasnya  sangat cepat dan berat.

Setelah melalui pemeriksaan Dokter spesialis anak di Rumah Sakit, anakku dirujuk ke Rumah Sakit Jantung di  Jakarta untuk pemeriksaan lebih intensif. Alangkah hancurnya hatiku saat dokter menyatakan bahwa anakku mempunyai penyakit jantung bawaan biru. Penyakitnya tak akan sembuh dengan obat-obatan, melainkan harus dengan jalan operasi. Tapi apa daya, Tuhan berkehendak lain. Bayi mungilku akhirnya harus pergi untuk selamanya menghadap Sang Pencipta.

Aku sempat ambruk dan terpuruk setelah kehilangan malaikat kecilku itu. Bagaimanapun juga, aku menyesal karena ternyata anakku mengalami kelainan jantung bawaan justru karena keteledoranku saat hamil.

Dokter Specialis Jantung  yang saat itu menangani pengobatan anakku menjelaskan, bahwa penyebab terjadinya kelainan jantung pada anakku, disebabkan karena saat mengandung aku sering mengkonsumsi obat-obatan, merokok pasif, ( karena aku bukan perokok tapi rekan-rekan kerjaku semuanya perokok aktif, termasuk suamiku). Aku juga terlalu banyak mengkonsumsi teh dan kopi. Bahkan teh hijau, yang aku fikir sehat untuk janinku, ternyata berpengaruh sangat buruk bagi janin di dalam kandunganku.

Ya! andai saja saat hamil dulu aku rajin membaca dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kehamilan yang sehat, mungkin aku tak akan menyesal seperti ini.

Alhamdulillah. Puji syukur pada Tuhan yang Maha Pengasih, karena memberiku kesempatan kedua untuk kembali merasakan indahnya menjadi Bumil (ibu hamil). Saat aku dinyatakan positif hamil untuk yang kedua kalinya, aku mulai rajin membaca, mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kehamilan. akupun ikut bergabung dengan komunitas ibu hamil untuk berbagi pengalaman.

Selain itu, Pada Kehamilanku yang kedua ini aku  benar-benar menjaga pola makan dengan makan makanan bergizi dan bernutrisi. Meskipun sering mual muntah, aku tak mau lagi minum obat-obatan sembarangan. Banyak mengkonsumsi air putih, menghindari minum teh dan kopi,  rajin berolah raga dan  menghindari stress selama hamil.

Alhamdulillah, bayiku lahir sehat dan selamat. Ia bertumbuh sehat dan cerdas. Pengalamanku saat mengandung anak pertama kujadikan pelajaran yang sangat berharga. Ternyata, ibu hamilpun tetap harus banyak belajar. Banyak membaca, banyak bertanya, dan yang pasti selalu menjaga janin yang kita kandung. Jika kita menikmati kehamilan kita dengan perasaan bahagia, tanpa beban, tanpa stress. Maka janin yang kita kandung akan sehat dan ikut merasakan bahagia. Jadi, berbahagialah dengan kehamilan anda!


NB:Tulisan ini saya ikut sertakan dalam lomba menulis #Kisah ibu di   http://www.fotile.
Alhamdulillah,tidak menang dan tidak ada kabar.He..he..