Rabu, 03 September 2014

ANTARA JILBAB, JILBOOB DAN JAPATI

Seorang anak saya bertanya:
 "Bu, kalau Jilboob itu sama kaya japati kitu?
"japati teh naon?"
 saya balik bertanya. singkatan baru lagi nih. anak-anak jaman sekarang kan pinter, banget, bikin singkatan nyeleneh.
setahu saya Japati itu ya burung merpati.
Jablay pake tiung, bu."
 "oh.."

 Japati (jablay pake tiung) artinya Jablay pakai kerudung.
 Saya tak ingin membahas lebih jauh tentang japati. Saya juga tak ingin berkomentar banyak tentang jilboob yang saat ini sedang in di masyarakat. Saya hanya ingin mengingatkan mereka tentang perintah menutup aurat, dalam hal ini berjilbab.

 Ya, akhirnya, pelajaran Bahasa Arab beralih ke pelajaran Tafsir Al-Qur'an.

 Mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk berjilbab? Sebenarnya, perintah berjilbab sudah sangat jelas di dalam Al-Qur’an. "Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


 
Dalam surat An-Nur ayat 31 Allah berfirman: " Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya , dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atauanak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supayakamu beruntung." (QS An Nuur:31)

 Di akhir pelajaran, saya catat besar-besar di papan tulis:

 PERBAIKI DIRIMU SENDIRI, PERBAIKI JILBABMU SENDIRI!

 mau dia berjilbab, mau dia berjilboob, yang terpenting jangan merasa diri sendiri paling benar dan menyalahkan orang karena gaya pakaiannya. Lihat saja jilbab kita. kalau sudah benar, Alhamdulillah. tapi kalau jilbab kita tidak sesuai syari'at, perbaiki.

 Jangan menghakimi. Jangan mengurusi urusan pribadi/gaya oranglain sehingga timbul dalam hati seakan-akan jilbab kita paling benar dan paling syar'i. Yang pada akhirnya justru akan timbul penyakit Ujub di dalam hati. Lantas mengeksklusifkan diri dan tak mau bergaul dengan yang tidak sama dengan kita.
 Alih-alih mengajak ke jalan kebaikan, kita justru membuat orang lain menjadi antipati terhadap kita.

 Ukuran iman seseorang bukan semata-mata dari jilbab yang ia kenakan, melainkan nyata dari akhlak dan budi pekerti yang ia tunjukan. Setiap orang butuh proses dalam melaksanakan perintah yang di syari’atkan Tuhan. Setiap orang akan berproses demi mencapai kesempurnaan iman. Hargailah!

 Jilbabkan dirimu, jilbabkan juga hatimu. Jangan bungkus dirimu dengan jilbab sementara hatimu hangus oleh sifat-sifat ujub,riya,takabur dan sombong yang ada dalam dirimu. Jangan melihat orang lain sementara kotoran dalam dirimu tak kau urus! Sudahlah! Berkacalah pada dirimu. Mari kita Terus memperbaiki diri. Mari kita terus menjadi penebar kebaikan dan kasih sayang. WALLAHU A’LAMU BISHOWAAB.