Rabu, 22 Oktober 2014

BERPANTANG SEKS SEBELUM NIKAH


Sebut saja namanya Pak Apin, pria setengah baya ini terpekur meratapi nasib Mawar putrinya. Kehormatan diri dan keluarganya tercabik-cabik, terinjak-injak dan tak berharga. Masyarakat memandangnya sinis, ia dan keluarganya menjadi bahan cibiran dan ejekan seantero Kampung. Ingin marah ia tak tahu pada siapa harus marah. Hanya rasa malu, terhina dan tak berguna, bercampur aduk dalam dirinya.

 Anak gadisnya,Mawar, yang masih berusia belasan tahun, dan masih duduk di bangku SMP kelas satu, harus menanggung aib yang sangat tragis dan memilukan. ia hamil diluar nikah dan tak tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas kehamilannya. Saat ditanya siapa yang melakukannya sang anak hanya menggeleng, bingung karena ia melakukan itu bersama beberapa teman laki-lakinya, bahkan ia juga mengaku melakukan hal itu dengan kakak kandungnya sendiri. Mereka melakukan itu beberapa kali dalam keadaan mabuk.

 Remaja masa kini lebih cepat dewasa dari umur sebenarnya. Dahulu sangat tabu seorang anak Remaja berbicara tentang seks. Akses untuk melihat, menonton, atau bahkan membaca yang berbau pornografi sangat dibatasi. Tapi seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan di Era digital saat ini, akses kemudahan teknologi tak lagi milik orang-orang perkotaan, karena kini teknologi canggih dan modern pun sudah tak lagi asing bagi warga perkampungan yang dahulu sering disebut orang kampung dan lugu.

 Kecanggihan teknologi bagi sebagian orang menjadi kebutuhan dan membawa banyak manfaat, tapi disisi lain bisa menjadi bencana dan membawa pengaruh yang sangat buruk terutama bagi anak dan remaja. Remaja dihujani beraneka ragam pesan dari berbagai media. Setiap tahunnya prilaku seks bebas dikalangan remaja kian marak dan semakin tak terkendali.

 Bukan hanya melanda remaja di perkotaan tapi juga sudah marak dikalangan remaja di perkampungan yang notabene masih sangat menjaga norma-norma agama. Kisah Mawar sepertinya sudah membuat telinga kita jadi terbiasa mendengar peristiwa remaja yang hamil diluar nikah, melakukan aborsi dan membuang bayi tak berdosa. Karena itu remaja membutuhkan filter dan benteng yang kuat untuk bisa menangkis serangan media yang mempengaruhi pola fikir dan karakternya.

  Orangtua, jadilah sahabat yang menyenangkan. 

Ternyata, remaja lebih senang curhat dan menghabiskan waktu dengan teman-temannya dari pada curhat dan bertanya pada Orangtua maupun guru. Seorang teman memberikan pengaruh yang sangat luar biasa bagi seorang remaja. Kebanyakan remaja yang mulai mengenal rokok, Narkoba dan melakukan Seks bebas dimulai dari pengaruh teman-temannya.

Dirumah ia bisa saja menjadi remaja yang manis, sopan dan lugu, tapi diluar rumah ia bisa lebih liar tak terkendali. Rasa penasaran, keingintahuan yang besar, dan kurangnya perhatian orang dewasa membuat mereka mencari tahu sendiri informasi yang mereka terima.

 Hal ini terjadi karena Orangtua merasa tabu membicarakan masalah seks pada anak remajanya, bahkan terkadang ada orangtua yang marah ketika Sang anak bertanya sesuatu yang menyerempet pada masalah seksual.

Pada akhirnya, mereka lebih suka mencari tahu sendiri, mulai bereksperimen, lalu memperaktekkannya tanpa tahu resiko yang harus ditanggungnya. Klimaksnya, terjadilah seperti yang dialami Mawar dan kawan-kawannya. Mereka tidak tahu, bahwa kelak perbuatan itu akan menghancurkan masa depannya dan membuat dirinya menyesal seumur hidup.

 Karena itu, Peranan orangtua sangat penting dalam mempengaruhi pola fikir sang anak. Jika orangtua mampu memposisikan diri sebagai teman sekaligus sahabat yang menyenangkan, anak akan lebih senang bercerita dan bertanya banyak hal, bahkan tentang seks sekalipun.

 Tekankan pada anak untuk berpantang dari seks bebas. Seks itu akan sangat indah ketika dilakukan oleh orang dewasa yang sudah menikah, yang dilakukan setelah janji suci pernikahan, itulah seks yang bertanggung jawab dan bernilai ibadah.


   Remaja, Pantang seks sebelum menikah

 remaja adalah masa yang indah untuk merajut mimpi dan cita-cita. Karena itu bermimpilah setinggi-tingginya dengan usaha dan kerja keras. Jadilah remaja yang dikenal karena prestasi. Mimpi dan cita-cita yang tinggi akan memicu semangat remaja untuk terus aktif dan kreatif dalam berbagai hal. Salurkan minat dan hobi pada hal-hal positif sehigga tidak banyak waktu terbuang percuma.

 Berpantang melakukan seks sebelum menikah mungkin saat ini sudah dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Akan tetapi aktivitas seksual yang dilakukan remaja belum menikah jauh lebih berbahaya. Bagaimanapun orientasi seksual remaja, jalan terbaik baginya untuk menghindari AIDS atau Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah dengan menahan diri dari bergiat secara seksual, sampai tiba saatnya mereka menjadi manusia dewasa dan siap menjalin hubungan berlandaskan kesetiaan kepada pasangannya dalam ikrar suci pernikahan.

 Menurut Glenn Stanton dalam why Marriage matters ( mengapa Pernikahan Itu Penting), penelitian sains kemasyarakatan selama 100 tahun terakhir secara konsisten mengungkapkan bahwa pernikahan meningkatkan kesejahteraan manusia dewasa, anak-anak dan lingkungan masyarakat secara mendalam. Sebaliknya, hubungan diluar pernikahan gagal menghadirkan manfaat yang memperkaya pribadi manusia.

 Studi paling ilmiah yang pernah dilakukan atas seksualitas di Amerika (oleh universitas Chicago) mendapati kenyataan bahwa orang yang mengaku mendapatkan tingkat kepuasan emosi dan fisik tertinggi dari seks adalah orang yang setia pada pasangan nikahnya dan yang masih perawan waktu memasuki jenjang pernikahan.

 Penelitian juga mengisyaratkan bahwa orang yang menikah karena MBA (marriage by accident) lebih besar akan jadi korban ketidaksetiaan pasangannya, hidup berpisah atau bercerai setelah menikah, dibanding mereka yang masih perawan saat menikah. Jika Orang Barat yang hidupnya serba bebas saja menyadari arti suci pernikahan dan mulai berpantang melakukan seks sebelum menikah, mengapa kita yang masih menjunjung tinggi adat ketimuran tidak bisa berpantang melakukan seks bebas?

LATAH TA’ARUF BERMODUS PACARAN

ilustrasi gambar: www.griyatilawah.com


Dewasa ini proses ta’aruf lebih identik dengan pacaran. Ta’aruf hanya digunakan sebagai alasan untuk memperhalus bahasa dan mengaburkan pandangan masyarakat. padahal, ta'aruf sangat berbeda dengan pacaran. ta'aruf adalah jalan untuk saling mengenal diantara pria dan wanita menuju jenjang suci pernikahan dengan didampingi mahramnya ataupun keluarganya. ta'aruf adalah proses saling mengenal dengan batasan-batasan syari'at yang harus dijaga. sedangkan pacaran adalah hubungan antara pria dan wanita untuk saling memadu kasih, saling mencintai tanpa ada batasan syari'at di dalamnya.

Istilah pacaran bukan hanya milik mereka yang tak mengerti hukum syari’at agama. Nyatanya,  wanita berjilbab sekalipun sudah tak lagi malu-malu  atau canggung saat berduaan dan berpacaran ditempat umum. dengan alasan sedang proses ta'aruf, tapi bisa bebas bergandengan dan berduaan tanpa rasa canggung dan malu sedikitpun.

Pergaulan remaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak? Tidak punya pacar dianggap tidak gaul. Masih Perawan/ perjaka dianggap ketinggalan zaman. Pacaran masa kini lebih mengarah pada hubungan intim layaknya suami-istri. “perkosaan dalam pacaran” biasa terjadi, tapi dianggap biasa dengan dalih suka sama suka dan mau sama mau.

Faktanya, tindak pemerkosaan dan pelecehan seksual justru sebagian besar dilakukan  oleh pacarnya sendiri. “perkosaan dalam pacaran” biasa terjadi karena si pria mengancam akan memutuskan hubungan jika pacarnya tak mau diajak bersetubuh. 

Pacaran seolah menjadi hal yang lumrah. Bahkan, anak-anak Sekolah Dasar pun sudah tahu arti pacaran. Maraknya sinetron yang berbumbu romantisme dikalangan anak-anak kita, menjadi racun yang sangat berbahaya terhadap pola fikir dan karakternya. 

Berikut ini fakta mengejutkan  tentang gaya pacaran dan seks bebas remaja dalam 34 FAKTA kenakalan remaja; (www. http://intanimaningtyas.wordpress.com/)


Pada tahun 2003 Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) melakukan Survey di lima kota besar,diantaranya Bandung,Jakarta, dan Yogyakarta. Hasil survey PKBI, yang juga dikutip media Indonesia, dinyatakan 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah melakukan hubungan seks sengan pacar mereka.

Penelitian LSM Sahabat Anak dan Remaja Indonesia (Sahara) Bandung antara tahun 2000-2002, remaja yang melakukan seks pra nikah, 72,9% hamil, dan 91,5% diantaranya mengaku telah melakukan aborsi lebih dari satu kali. Data ini didukung beerapa hasil penelitian bahwa terdapat 98% mahasiswi Yogyakarta yang melakukan seks pra nikah mengaku pernah melakukan aborsi.

Secara kumulatif, aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta kasus pertahun. Setengah dari jumlah itu dilakukan oleh wanita yang elum menikah,sekitar 10-30% adalah para remaja. Artinya, ada sekitar 230 ribu sampai 575 ribu remaja putri yang diperkirakan melakukan aborsi setiap tahunnya. Sumber lain juga menyebutkan, tiap hari 100 remaja melakukan aborsi dan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun. 

Sebagai orangtua, kita tentu tak mau anak-anak kita terjerumus pada hal-hal yang demikian. Hal terpenting yang harus dilakukan orangtua diantaranya:

1.        Tanamkan Pendidikan akhlak dan pemahaman agama yang benar
Pada dasarnya, kenakalan remaja dan penyimpangan seksual yang terjadi dikalangan remaja karena minimnya pemahaman agama seseorang. Dengan benteng iman yang kuat dan pendidikan akhlak yang baik, anak akan mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dengan pendidikan akhlak, anak akan menjaga dirinya dari hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma agama.
Ajarkan anak laki-laki kita untuk menghargai dan menghormati wanita sebagaimana ia menghormati ibunya. Demikan pula halnya kepada anak-anak perempuan kita. Hendaknya kita ajari mereka untuk menghormati dan menghargai laki-laki selayaknya mereka menghormati ayahnya.
 “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.

2.       Hindari pacaran, menikahlah!

Pacaran adalah nama lain dari zina. Dan siapapun tahu, bahwa zina adalah dosa. Seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram saling memadu kasih diluar ikatan pernikahan, maka apapun yang mereka lakukan akan menjadi dosa baginya.
Rasulullah SAW bersabda:
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”

Hal-hal yang dianggap wajar dalam pacaran namun menjadi dosa besar bagi yang melakukannya dimulai dari saling bertatapan, saling bepegangan tangan hingga akhirnya melakukan hubungan yang lebih intim dan tidak pantas dilakukan. Jadi, tidak ada pacaran yang sesuai syari’at islam. Tidak ada pacaran yang mendapat pahala. Yang ada justru semakin menabung dosa.

Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya: Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.

Dalam Hadits lain dikatakan:

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.

menikah adalah jalan paling aman bagi remaja yang sudah tak sanggup menahan hasrat seksualnya. Menikah dini lebih baik daripada berpacaran yang nyata haram hukumnya. Dengan menikah, seseorang jauh lebih dihargai dan dihormati. Punya status yang jelas. Lain halnya dengan pacaran yang belum tentu tahu mau dibawa kemana arahnya. Menikah menjadikan hidup seseorang lebih terarah dan lebih bertanggung jawab. Menikah juga menjadi ladang amal bagi suami maupun istri.

Jadi? masih mau pacaran atau menikah?

Rabu, 03 September 2014

ANTARA JILBAB, JILBOOB DAN JAPATI

Seorang anak saya bertanya:
 "Bu, kalau Jilboob itu sama kaya japati kitu?
"japati teh naon?"
 saya balik bertanya. singkatan baru lagi nih. anak-anak jaman sekarang kan pinter, banget, bikin singkatan nyeleneh.
setahu saya Japati itu ya burung merpati.
Jablay pake tiung, bu."
 "oh.."

 Japati (jablay pake tiung) artinya Jablay pakai kerudung.
 Saya tak ingin membahas lebih jauh tentang japati. Saya juga tak ingin berkomentar banyak tentang jilboob yang saat ini sedang in di masyarakat. Saya hanya ingin mengingatkan mereka tentang perintah menutup aurat, dalam hal ini berjilbab.

 Ya, akhirnya, pelajaran Bahasa Arab beralih ke pelajaran Tafsir Al-Qur'an.

 Mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk berjilbab? Sebenarnya, perintah berjilbab sudah sangat jelas di dalam Al-Qur’an. "Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


 
Dalam surat An-Nur ayat 31 Allah berfirman: " Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya , dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atauanak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supayakamu beruntung." (QS An Nuur:31)

 Di akhir pelajaran, saya catat besar-besar di papan tulis:

 PERBAIKI DIRIMU SENDIRI, PERBAIKI JILBABMU SENDIRI!

 mau dia berjilbab, mau dia berjilboob, yang terpenting jangan merasa diri sendiri paling benar dan menyalahkan orang karena gaya pakaiannya. Lihat saja jilbab kita. kalau sudah benar, Alhamdulillah. tapi kalau jilbab kita tidak sesuai syari'at, perbaiki.

 Jangan menghakimi. Jangan mengurusi urusan pribadi/gaya oranglain sehingga timbul dalam hati seakan-akan jilbab kita paling benar dan paling syar'i. Yang pada akhirnya justru akan timbul penyakit Ujub di dalam hati. Lantas mengeksklusifkan diri dan tak mau bergaul dengan yang tidak sama dengan kita.
 Alih-alih mengajak ke jalan kebaikan, kita justru membuat orang lain menjadi antipati terhadap kita.

 Ukuran iman seseorang bukan semata-mata dari jilbab yang ia kenakan, melainkan nyata dari akhlak dan budi pekerti yang ia tunjukan. Setiap orang butuh proses dalam melaksanakan perintah yang di syari’atkan Tuhan. Setiap orang akan berproses demi mencapai kesempurnaan iman. Hargailah!

 Jilbabkan dirimu, jilbabkan juga hatimu. Jangan bungkus dirimu dengan jilbab sementara hatimu hangus oleh sifat-sifat ujub,riya,takabur dan sombong yang ada dalam dirimu. Jangan melihat orang lain sementara kotoran dalam dirimu tak kau urus! Sudahlah! Berkacalah pada dirimu. Mari kita Terus memperbaiki diri. Mari kita terus menjadi penebar kebaikan dan kasih sayang. WALLAHU A’LAMU BISHOWAAB.

Senin, 18 Agustus 2014

MELAWAN ISIS DENGAN LOMBA TUJUH BELASAN


Dewasa ini, gerakan ISIS (Islamic State In Iraq and Syria) sudah sangat meresahkan masyarakat. Gerakan sparatis yang mengatasnanakan Islam ini tak hanya meresahkan Umat islam, tapi juga seluruh Umat beragama di Indonesia. Misi utama ISIS adalah mengadu domba bangsa Indonesia. Idiologi yang dianutnya sangat bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar Negara.

Keberadaan ISIS di Indonesia menjadi ancaman serius bagi NKRI. Rakyat Indonesia baru saja merayakan HUT RI ke 69. Acara HUT kemerdekaan RI rutin diadakan setiap tahun. Menjadi pesta rakyat yang sangat dinantikan seluruh lapisan masyarakat. Tak peduli Suku, Ras, dan Agama apapun. Semua Warga Negara Indonesia larut dalam suka cita peringatan hari Kemerdekaan. beragam kegiatan pun digelar demi menumbuhkan kembali kecintaan kita pada Indonesia.

 Diantara kegiatan yang paling sering digelar masyarakat adalah Lomba tujuh belasan. Ada lomba Balap karung, panjat pinang, tarik tambang, lomba makan kerupuk, dan lain sebagainya. Kita bisa melawan gerakan ISIS dengan gegap gempita Tujuh belasan. Lomba tujuh belasan mengajarkan kita makna perjuangan, kerjasama dan kekompakan dalam setiap perlombaan.

 Sejatinya, dengan lomba Tujuh belasan, kita tak hanya berpartisipasi memeriahkan HUT RI dengan lomba. Yang terpenting adalah semakin tertanam rasa cinta tanah air dan menghargai jasa para Pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan RI. Lomba tujuh belasan menjadi perekat kita dari perpecahan dan permusuhan. Menyatukan kembali bangsa Indonesia dalam satu ikatan kokoh, Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi satu jua. Isis tidak akan berkembang pesat di Indonesia selama kita tak mudah terprovokasi dan tak mudah diadu domba. Selama kita berpegang teguh pada Pancasila. SELAMAT HUT RI KE 69, SEMOGA INDONESIA SEMAKIN BERJAYA.