Jumat, 13 Desember 2013

JIKA SUAMI INGIN BERPOLIGAMI

What? Suami mau menikah lagi? gimana nanti hidup saya, anak-anak saya?. Aduh!ngeri dan ga kebayang deh,bun, kalau tiba - tiba suami kita tergoda pada wanita lain. Apalagi kalau suami berani memutuskan untuk berpoligami.
Ketika suami kita mulai melirik wanita lain dan ingin berpoligami, mau tidak mau, suka tidak suka…sebagai seorang istri tentu akan timbul rasa khawatir, rasa takut ditinggalkan, terkadang timbul rasa benci, marah, dan semua rasa yang tak mengenakkan di hati kita. Terus kita mesti gimana dong? apakah kita biarkan saja suami menikah lagi, atau kita bercerai saja demi harga diri?
Setiap pilihan tentu ada konsekwensinya. Ini adalah percakapan saya dengan seseorang yang sedang sangat sedih dan merana karena suaminya tergoda wanita lain dan ingin berpoligami. Atas permintaan beliau sengaja saya samarkan namanya.
 S = saya 
 T = teman saya. 

 T : bu, kalau suami ibu mau nikah lagi ibu marah ga?
 S:  ya manusiawi kalau marah,mah, Emang kenapa? 
 T : Kalau suami ibu misalnya mau kawin lagi, ibu ngijinin,ga? 
 S : ya ngijinin aja, Malah kalau dia mau nikah lagi saya yang akan urusin pernikahannya di KUA, Bahkan  saya siap jadi saksinya. 
 T : (sambil nangis) ibu emang kuat yah kalau dimadu sama suami ibu? saya aja stress mikirin suami saya bu…terus nanti gimana kalau ibu dipoligami apa siap liat suami ibu jalan sama wanita lain? 
S : siapa bilang saya mau dimadu?nanti setelah saya ngurusin pernikahannya ya saya tinggal pergi, lha wong dia udah punya yang lain.
 T : minta cerai maksudnya bu?
 S : saya nih manusia biasa juga bu, saya tidak mau menipu diri saya sendiri. Daripada saya terbakar dan membakar diri sendiri dengan api cemburu dan perasaan-perasaan yang akan menyakitkan diri saya, lebih baik saya berlepas diri. Kalau saja suami kita tahu betapa panas dan terbakarnya seorang istri yang sedang sakit hati, tentu ia akan berfikir dua kali untuk menyakiti istrinya. Bahkan digambarkan saking panasnya hati sang istri yang dilanda cemburu itu, seandainya ia menyentuh pohon sekalipun niscaya pohon itu akan hangus terbakar saking panasnya. Karena itu saya tak ingin menipu Tuhan. Daripada mulut  saya bilang Ridho dan berharap surga tapi hati saya terbakar dan tersiksa, mundur teratur jauh lebih baik bagi saya

Saya tak ingin mengejar surga dengan cara yang tidak saya sukai. Bukankah Tuhan Maha demokratis? Dia masih memberi banyak pilihan bagi HambaNya untuk mencapai SurgaNya. Poligami, diinginkan suami tapi sangat ditakuti oleh para istri. Jujur saja, sebagai wanita saya lebih salut dan bangga pada seorang suami yang bisa kuat bertahan pada satu istri meskipun baginya sangat memungkinkan untuk berpoligami.

 Bohong jika ada yang mengatakan ia bisa berbuat adil 100 persen terhadap istri-istrinya. Diantara sekian banyak istrinya tentu ada salah satu yang ia condong terhadapnya. 
 Surga, Ridho suami dan Ridho Allah adalah iming-iming bagi wanita yang mau dipoligami. Sebagai wanita awam saya seringkali berfikir, sebegitu beratkah Surganya Tuhan bagi seorang wanita? Mengapa harus dengan Poligami untuk meraih surgaNya? Jika poligami mencontoh Rosulullah, bukankah Rosulullah berpoligami dengan wanita yang jauh lebih tua dari dirinya? Bukankah hanya satu istri nabi yang perawan yakni Aisyah RA?
Maka jika ingin meniru dan meneladani Rosulullah, mengapa tidak menikah dengan wanita yang sudah renta dan jauh lebih tua dari istrinya? Malah kebanyakan menikah dengan wanita yang jauh lebih muda, lebih cantik, lebih sexy dari istri tuanya?sementara istri tua hanya gigit jari meratapi nasibnya, dibiarkan merana menangisi malam-malam panjang dalam kesendirian di tempat peraduannya. Aduhai malang nian nasib istri tua. 

Nyatanya, dari sekian banyak wanita yang memutuskan siap dipoligami akhirnya juga menyerah dan mundur karena merasa bersaing dengan madunya. Jarang sekali wanita yang dimadu lantas dekat dan akrab dengan madunya. Kalaupun ada itu hanya sedikit sekali.

 Saya tidak membenci poligami, saya juga tidak pernah melarang suami saya melakukan poligami. Tapi sebagai seorang wanita, saya ingin menjadi wanita satu-satunya bagi suami saya. Jika dia mendapati ada wanita lain yang bisa menggantikan posisi saya, maka saya yang akan mengalah dan mundur. 

 Kenali istrimu sebagaimana kau mengenal TuhanMu. Bermakrifatlah terhadap istrimu sebagaimana engkau bermakrifat kepada Tuhanmu. Barulah engkau tahu siapa istrimu. Seorang lelaki yang melihat wajah TuhanNya dalam diri istrinya tak akan berselingkuh dan mengkhianati cinta istrinya. Karena ia takut, jika ia menyakiti istrinya berarti ia menyakiti TuhanNya. Demikianpula halnya seorang istri, jika ia melihat wajah TuhanNya dalam diri suaminya, maka ia akan mengabdikan dirinya sepenuh hati sebagaimana pengabdiannya pada TuhanNya. 

 Maka surga dunia didapati sang istri, tatkala ia menjadi satu-satunya penawar bagi dahaga suami, menjadi satu-satunya tempat mengadu dan berbagi cinta dan kasih sayang dikala suka maupun duka.

 Saya begitu bangga, pada Guru-Guru saya yang tak berpoligami meskipun mereka mampu. Saya begitu Bangga, pada seorang Guru yang dengan Bangga hidup menua dengan seorang istri meskipun selama lebih dari tiga puluh tahun mereka menikah tak jua dikarunia anak dari rahim sang istri. Bagi Sang Guru, Para Santri adalah anak-anaknya. Oleh karena itu anak-anaknya mencapai Ribuan orang dari Sabang sampai Merauke. Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi mereka. Amien..
Ini hanya sekedar tulisan, curahan hati seorang teman yang saya jawab sesuai dengan isi hati dan pemikiran saya.
Mohon Maaf apabila ada yang kurang berkenan. Pada Allah saya Mohon Ampun, pada para pembaca mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan saya ini.