Keberadaan penerbit independen (indie) atau penerbit mandiri sedang menjamur belakangan ini, disebabkan besarnya jumlah penulis pemula yang ingin menerbitkan karya mereka baik antalogi maupun karya solo. Proses yang mudah dan tanpa tahap seleksi menjadi salah satu keuntungan menerbitkan buku melalui penerbit indie. Berbeda bila ingin menerbitkan karya lewat penerbit mayor yang umumnya susah dan menunggu waktu seleksi.


Yuk kenalan lebih jauh dengan penerbit indie yang banyak menawarkan paket menarik terkait penerbitan buku!

Bila karya naskah Anda  pernah ditolak saat mengajukan naskah pada penerbit mayor, maka hal itu tidak akan terjadi bila menggunakan jasa penerbit indie. Semua naskah yang diajukan akan dicetak dan diterbitkan sesuai dengan keinginan penulis. Keuntungan lainnya, penulis bebas mengekspresikan tema dan genre tulisan yang ingin diterbitkan, tanpa mengikuti karakteristik naskah penerbit.

Umumnya penerbit indie, mencetak dan menerbitkan karya penulis secara langsung. Namun untuk menjadi buku yang layak jual dan bersifat komersil, tak jarang penerbit indie memberikan penawaran paket berupa pengurusan ISBN, pembuatan layout dan halaman depan (cover), serta proses editing tata bahasa.

Beberapa penerbit indie, memberikan dua sistem pembayaran, berupa pembagian royalti atau putus kontrak (jual putus). Bila menggunakan sistem pembagian royalti, fee Anda akan dibayar sesuai dengan jumlah buku yang terjual. Bila menggunakan sistem putus kontrak, maka fee Anda akan dibayar pada sebelum mencetakan dan tidak akan mendapat keuntungan dari penjualan royalti.

Sistem lain ialah self publishing, dimana penulis membayar sejumlah uang untuk mencetak buku. Kemudian, buku akan dijual secara mandiri oleh penulis tanpa bantuan penerbit. Tak jarang penerbit juga menambahkan paket publikasi pada buku yang mereka cetak.

Sistem pemesanan buku pada penerbit indie bersifat pre-order. Jumlah buku yang dicetak sebanyak buku yang dipesan. Hal ini untuk menghindari cetakan buku yang terlanjur banyak namun ternyata tidak laku terjual. Pihak penerbit akan menawarkan paket berupa banyak eksemplar buku yang ingin penulis cetak. Biaya cetak tergantung pada jenis kertas, banyak halaman, serta tingkat kesulitan layout. Bila Anda ingin menerbitkan buku self publishing lewat penerbit indie maka sebaiknya mempersiapkan budget atau modal untuk membayar biaya percetakan.


Umumnya penerbit indie akan menawarkan biaya cetak murah serta proses yang cepat. Hal ini lumrah terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Sebab paket yang ditawarkan biasanya hanya mencetak 1 - 3 eksemplar buku. Bila penulis ingin memperbanyak buku diluar dari paket yang ditawarkan, maka harus menyiapkan biaya cetak sebanyak buku buku yang akan dicetak. Proses cetak pun akan berlangsung lebih lama tergantung banyak buku yang ingin dipesan.

Keuntungan menggunakan penerbit indie ialah penulis dapat menyesuaikan budget yang dimiliki untuk mencetak dan memperbanyak buku.

Penerbit indie tidak hanya memenuhi kebutuhan penulis pemula yang ingin mengomersialkan karya mereka, namun juga mengakomodasi penulis yang hanya mendokumentasikan karya dalam bentuk buku. Sebab, buku yang dicetak melalui penerbit indie, umumnya akan memiliki standar yang sama dengan buku komersil yang dijual ke masyarakat. Sehingga dimanfaatkan juga untuk mencetak buku bagi kalangan terbatas seperti modul, makalah, buku pelatihan, atau bahan ajar.

Bila ingin buku Anda best seller dan dikenal oleh masyarakat, maka pilihlah penerbit indie yang juga memberikan paket publikasi, agar memudahkan Anda untuk mendapatkan pembeli dan melakukan promosi.


Dengan menjamurnya penerbit indie belakangan ini memudahkan penulis untuk mempublikasikan dan mencetak karya mereka, sehingga memiliki buku sendiri menjadi lebih mudah.
Bagaimana, tertarik menerbitkan buku di penerbitan indie?
Makmood Publishing bisa jadi pilihan.




Halo, Sobat Mamake, Di tahun 2019 lalu banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Qodarullah, Kakang Prabu  tercinta pun harus mengalaminya. setelah lebih dari sepuluh tahun menjadi karyawan, suami Mamake terkena PHK juga. Akhirnya, Kami memutuskan untuk mengambil dana Jamsostek/ BPJS ketenagakerjaan untuk modal usaha.


Ternyata proses pengajuan klaim pengambilan Jaminan Hari Tua itu cukup mudah, loh! Kita tidak perlu lagi berdesak-desakan atau antri  berjam-jam  di kantor BPJS Ketenagakerjaan.


Sejak bulan Juli 2018 Pendaftaran antrian bisa dilakukan secara online. Tentunya ini akan lebih aman, nyaman dan cepat. Alhamdulillah setelah mendaftar via online, pada tanggal 10 Januari 2020 lalu akhirnya kami datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan semua persyaratan pengajuan klaim.


Sobat Mamake berniat mengajukan klaim BPJS ketenagakerjaan juga?


Mau tahu caranya?

Saya akan merngulas lima cara mudah proses pengambilan dana Jaminan Hari Tua (JHT) untuk tenaga kerja PHK/ Resign dan tidak bekerja lagi di perusahaan.


1. Daftar online

Sekarang ini semua sudah canggih, Sob. Apa-apa serba online. Kalau dulu kita bisa ngantri dari pagi sampai sore di kantor BPJS ketenagakerjaan (dulu jamsostek) sekarang kita cukup daftar online untuk ambil nomor antrian.

Untuk antrian online tersebut, Sobat bisa mengakses website: antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id


Setelah itu, Sobat  akan diminta untuk:
a. Mengisi data lengkap dengan benar sesuai E-KTP dan KPJ.

b. Memilih Wilayah Pelayanan, kemudian Cabang Pelayanan.

c. Pilih tanggal kedatangan.
Di kolom ini Sobat diminta memilih tanggal dan hari kedatangan. Pilih hari kerja ya, Sob, senin  sampai dengan  jum’at. Jangan memilih Sabtu-minggu karena kantornya sudah pasti tutup. Jika tanggal dan hari yang kamu pilih tidak bisa dipilih, itu berarti kuota sudah penuh. Tenang, masih ada hari esok. Pilihlah hari yang masih kosong.
d. Pilih jam kedatangan
e. Isi captcha dengan benar
f. Klik simpan


2.  Datang ke Kantor Cabang BPJS terdekat

Setelah berhasil mendapatkan nomor antrian online dan mendapatkan jadwal kedatangan, tentunya Sobat wajib banget datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Sebaiknya  kita datang 30 menit sebelum  waktu yang telah dijadwalkan ya, Sob! Lebih baik menunggu sebentar daripada datang terlambat, bukan?


3. Mengisi formulir dan membawa persyaratan lengkap

Meskipun kita sudah mendaftar online, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan kita akan diminta mengisi data tenaga kerja. Jangan lupa membawa semua berkas persyaratan pengajuan Jaminan Hari Tua dengan lengkap, ya.


Syarat pengambilan JHT di Kantor BPJS antara lain:

1.1 Membawa KTP, KK dan kartu Jamsostek/ Kartu BPJS ketenagakerjaan asli dan copy

1.2 Surat pengalaman kerja/ paklaring asli dan copy

1.3 Copy Buku Rekening tabungan atas tenaga kerja.


4. Validasi data

Setelah mengisi data dengan lengkap, selanjutnya formulir dan persyaratan lengkap tersebut kita serahkan kepada Admin untuk divalidasi. Jika datanya sudah valid, Sobat Mamake akan menerima bukti saldo JHT yang nantinya akan dikirim ke rekening pribadi. Jadi, enggak perlu balik lagi ke Kantor BPJS untuk mengambil uang.

Masa tunggu pencairan dana BPJS ketenagakerjaan antara 7-14 hari kerja. Tapi biasanya belum seminggu pun dana sudah cair, kok. Coba saja rajin cek atm. hehehe...

5.  Menunggu transferan

Ini adalah moment paling mendebarkan. Rasanya hari-hari terasa begitu panjang dan lama. Bolak-balik ngecek saldo atm, berharap uang segera cair, apa daya yang ditunggu tak datang juga. Hehehe..

Makanya, pakai Mbanking supaya tak lelah hati menunggu tabokan, eh, transferan.


Ohya, Sob, Kami mengajukan pengambilan JHT di kantor BPJS ketenagakerjaan Cabang Cikupa. Tadinya sempat khawatir si kecil akan rewel saat harus mengantre. Bingung bagaimana kalau dia menangis saat meminta ASI. Alhamdulillah, di sana sudah disediakan ruang khusus ibu menyusui. Wah, rasanya itu seperti menemukan surga tersembunyi. Mamake senang sekali  karena si bayi bisa beristirahat dengan nyaman saat menunggu antrean.


Sayangnya, di sini kita dilarang keras mengambil gambar tanpa izin. Jadi jangan harap Sobat Mamake bisa berswafoto di dalam ruangan, ya. Saya sendiri pun sempat ditegur Petugas saat mengambil gambar, karena itu gambar yang ada di blog ini semua saya dapatkan dari luar ruangan.


Nah, sobat Mamake, semoga cerita Emak kemoceng hari ini bermanfaat, ya.




Cover Depan Buku BE EM BE
Menjadi  Muslimah yang hidup diakhir zaman haruslah kuat. Bukan hanya kuat jasmani tapi juga rohani. Karena muslimah adalah tiang penyangga dalam rumah tangga, yang didalamnya ada penerus bangsa. Muslimah yang kuat akan mendidik genarsi penerus yang kuat dan tangguh. Sebaliknya, jika muslimah tidak berdaya maka generasinya akan terpuruk tak berdaya.

Bagaimana seharusnya seorang Muslimah menjalani perannya sebagai Istri dan juga seorang Ibu? Buku Be Em Be karya Ibu tiga anak, Siti Nurdiah akan menjawabnya lewat cerita dan kisah inspiratif yang menyentuh.

Diawal membaca buku Be Em Be Saya sudah dibuat gemas saat membaca kisah seorang ibu beranak tiga.  Kebayang nggak, bagaimana rasanya menghadapi batita yang rewel karena sedang jatuh sakit, anak remaja kesayangan yang tak  mau pergi ke sekolah karena menghadapi bullying di sekolahnya? Sementara itu anaknya yang lainnya senang sekali bereksperimen dengan mengubah rumah bagaikan kapal pecah, bahkan merusak laptop kesayangan sang Bunda disaat ia dikejar deadline. Duh, kebayang banget kacau dan hebohnya…. ( Bab 1; Ibu ErTe)

Dilain kisah, ada seorang istri yang rela bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya karena sang suami kurang bertanggung jawab. Alih-alih menjadi tulang rusuk yang ingin meringankan beban suaminya,  dia justru harus menjadi tulang punggung karena suaminya lebih suka bermalas-malasan dirumah.

Cover Belakang Buku BE EM BE
Suami lebih mengandalkan kerja keras istri. Sedangkan hasil usahanya sendiri lenyap entah kemana. Dia tak pernah memberikan uang sepeserpun pada istrinya. Disaat anak yang kedua harus dibawa ke dokter gigi karena gusinya bernanah, suami beralasan tak punya uang. Ketika ia mendapat rezeki, bukannya diberikan kepada istrinya, dia justru membagikan itu kepada teman-temannya. Alasannya, teman-temannya jauh lebih membutuhkan. ( Mencium Surga, Halaman 45)

Adapula istri yang membuat suaminya menangis tersedu-sedu. Saking terharu dengan sikap istrinya yang berhati mulia. Dia berbohong pada ayahnya sendiri demi menjaga martabat suaminya dihadapan orangtuanya. 

Zaman sekarang ini tidak banyak perempuan yang kuat bertahan dengan laki-laki yang hidupnya susah. Apalagi jika ia berasal dari keluarga kaya. 
Kebanyakan para istri yang berasal dari keluarga kaya raya dan suaminya dari kalangan biasa, akan mengadu pada orangtuanya ketika suaminya tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Tentunya tidak mudah hidup dengan segala kesederhanaan, karena istrinya terbiasa hidup dalam kemewahan. 

Ya, mungkin saja dengan mengadu pada orangtua, mereka akan membantu memberi modal. Atau mungkin sebaliknya, malah meminta anaknya bercerai dari sang suami karena takut anaknya akan hidup susah dan menderita.

Al- kisah seorang Ayah berkunjung ke rumah anak dan menantunya. Dia berkata pada menantunya agar jangan terlalu sering memberi anaknya daging dan buah-buahan, karena anaknya itu sudah bosan makan daging dan buah. Sang ayah juga merasa senang karena kini anaknya hidup bahagia.  Suami itu merasa bingung dengan apa yang dikatakan ayah mertuanya.

Sang Ayah sama sekali tidak tahu, jika selama ini mereka hidup serba kekurangan karena ia hanya bekerja serabutan. Ia tak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya, hingga tak jarang istrinya yang berasal dari keluarga kaya raya itu harus rela menahan lapar.  Begitulah jika seorang istri ingin mengangkat derajat suami dihadapan keluarganya, bukan malah menjatuhkan martabatnya. ( Istri Mulia; Halaman 41)

Masih banyak sekali kisah dan cerita seru di dalam buku Be Em Be setebal 246 halaman ini. Buku ini terdiri dari 12 Bab yang membahas dengan rinci kunci menjadi muslimah tangguh.
Melalui cerita, kisah inspiratif dan Quote motivasi, dijamin nggak akan terasa bosan membacanya. Bukan hanya cover bukunya yang khas perempuan, lho. Kertasnya ditulis dengan nuansa berwana pink dengan bunga-bunga disetiap judul cerita, membuat mata nyamn saat membacanya.

Melalui buku Be Em Be ini, Siti Nurdiah; ibu dengan tiga anak ini ingin mengajak Emak- Emak yang lain untuk berlomba – lomba menjadi sebaik-baiknya manusia, yakni menjadi hamba Tuhan yang bermanfaat bagi sesama.
Buku ini layak menjadi koleksi para Muslimah baik yang masih lajang, maupun yang sudah menikah. Kalau mampir ke toko buku, jangan lupa beli buku ini ya…

Judul Buku: Be Em Be ( Bukan Muslimah Biasa)

Penerbit   : PT. Elexmedia Komputindo

Harga       : Rp. 64.800
Sumber gambar: @www.instagram.com/mahivij

Belikan aku bedak dan gincu, Kang!
Aku ingin seperti mereka, dara muda yang seksi dan menggoda. 
Pipinya putih, bersih terawat.
Kau lihat bibirnya, kang? 
Merah menyala... 
Dia menebar senyuman indah pada siapa saja, menarik hati siapa pun yang memandangnya. 
Aduhai...Perempun memang ciptaan Tuhan yang paling mengagumkan.


Belikan aku bedak dan gincu, bang! Agar pesonaku tak memudar dalam di tengah gulita malam. 
Datangi ranjangku dengan gagah, kang. Tenggelamlah bersamaku menembus lapisan awan. 
Aku tak ingin kau melabuhkan hati demi jidat licin dara muda. 
Tubuh si dara masih kencang, Kang..
Dia akan menjeratmu dengan sangat kencang. 
Membuatmu lupa jalan pulang.
Sumber Gambar: www.instagram.com/Mahivij
Belikan aku bedak dan gincu, kang.

Jangan biarkan aku menangis sendiri menangisi tubuhku yang semakin lebar di kanan-kiri. 
Garis-garis itu semakin jelas! Aku malu setiap kali menyentuh pipiku sendiri. 
Tahukah kau, akang sayang.. 
Debu-debu yang menempel di pipi, hanya kubersihkan dengan sabun mandi. Jika wajahku dipenuhi benda asing ini, bukan karena aku malas mandi dan tak mau merawat diri. memang kenyataannya aku begini. 

Tahukah kau, Akang sayang...
Aku bahagia, saat semua memujimu karena kau semakin tampan. Tubuhmu kian gempal berkantong tebal. 
Aku tak menyesal, saat tubuhku berubah jadi gempal. Aku hanya menyesal karena tak bisa membeli bedak dan gincu, hingga dengan mudahnya kau berlari jauh dariku demi seorang dara muda bergincu.

Belikan aku bedak dan gincu, Kang. Akan kubuat kau menyesal membuangku disudut jalan.

                                                                                                                                Tangerang, 26022017


Selamat Pagi....

Hari ini saya mau posting sebuah puisi. Tulisan ini saya tujukan untuk diri sendiri, tidak bermaksud menyindir dan menghujat siapapun. Sungguh, ini hanyalah sebuah refleksi diri, bahwa sebenarnya saya hanyalah manusia biasa. Seorang Hamba Pendosa yang masih penuh cacat dan noda.  Hanya saja Tuhan masih menutup semua aib saya.



KAFIR
Aduhai, diri...
Berhenti mengkafirkan saudaramu sendiri
Duduk dan pejamkanlah matamu
Lihatlah kedalam diri sebenar dirimu
Benarkah mereka yang kau anggap kafir adalah benar-benar kafir, atau sebenarnya...
Kau menunjuk dirimu sendiri?

Duhai diri...
Kafir itu adalah KAU!
Yang mengaku beriman tapi hatimu kosong dari Dia yang kau imani
Kafir itu KAU!
Yang mulutnya mengagungkan Tuhan tapi hatinya mengingkari
Kafir itu KAU!
Yang berjuang ditengah keramaian dengan atribut Tuhan tapi menentangNYa dalam kesunyian
Wahai diri,
Jangan berlindung dibalik kaji
Kajilah dirimu sendiri
Bertanyalah pada diri sebenar diri
Jadilah manusia yang tahu diri
Self reminder
Dini hari
Tangerang 3 Juli 2017